Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo–Presiden Korsel Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 15:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan pertahanan antara kedua negara.

Dalam pertemuan bilateral di sela KTT APEC 2025 di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, Presiden Lee menegaskan bahwa hubungan Jakarta-Seoul telah berkembang pesat dan kini berada pada level yang sangat tinggi, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pertahanan.

“Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di berbagai bidang dalam jangka waktu yang panjang, dan kami telah meningkatkan kerja sama ini ke tingkat yang sangat tinggi,” ujar Lee pada Sabtu, 1 November 2025.


Ia juga menyoroti kemajuan kolaborasi pertahanan, termasuk proyek pengembangan pesawat tempur generasi baru KF-21. Lee mengaitkan eratnya hubungan kedua negara dengan nilai historis Semangat Bandung yang dinilainya menjadi pilar diplomasi Korea: keseimbangan, otonomi strategis, kerja sama, dan pragmatisme.

Menanggapi hal itu, Prabowo menyambut baik intensitas komunikasi antara pemerintah Indonesia dan pelaku industri Korea sepanjang tahun terakhir. Ia menegaskan kesiapan Indonesia membuka lebih banyak peluang investasi dari Negeri Ginseng.

“Kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama ini,” kata Prabowo.

Di sektor pertahanan, Prabowo memastikan negosiasi lanjutan proyek KF-21 terus berjalan, terutama terkait aspek teknis, harga, dan pembiayaan.

“Negosiasi masih berlanjut. Para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini,” ucapnya.

Selain ekonomi dan pertahanan, Prabowo juga mendorong peningkatan kerja sama budaya untuk memperkuat industri kreatif dan pariwisata, yang diyakini dapat memberi dampak ekonomi lebih luas bagi kedua negara.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Surya Paloh: Ramadan Momentum Perkuat Spirit Pengabdian

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:53

Kalender Maret 2026: Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:47

Selain Narkoba, AKBP Didik Terbukti Lakukan Penyimpangan Seksual

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:39

Cara Tukar Uang Baru 2026 di PINTAR BI, Dibuka 26 Februari

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:10

Presiden Prabowo Angkat Prihati Pujowaskito jadi Dirut BPJS Kesehatan

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:33

Bareskrim Periksa Admin YouTube Pandji Soal Kasus Toraja

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:18

Pegawai Bea Cukai Diultimatum Penuhi Panggilan KPK

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:31

Laporan Pemerasan Oknum Peradilan Berpeluang Meningkat

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:08

Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel Bisa Jadi Bola Liar

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:01

Surya Paloh Ajak Tokoh Bangsa Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:51

Selengkapnya