Berita

Jalan antara Maroko dan Mauritania di Sahara Barat. (Foto: AFP)

Dunia

PBB Setujui Resolusi yang Dukung Klaim Maroko atas Sahara Barat

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 14:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyetujui resolusi yang didukung Amerika Serikat (AS) terkait Sahara Barat. Keputusan ini semakin menguatkan posisi Maroko atas wilayah yang disengketakan tersebut.

Dalam pemungutan suara yang digelar Jumat 31 Oktober 2025 waktu setempat, 11 negara mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia, China, dan Pakistan abstain. Aljazair, yang menjadi pendukung utama Front Polisario, menolak keras keputusan itu.

Resolusi tersebut menyatakan otonomi sejati di bawah kedaulatan Maroko menjadi satu-satunya solusi yang paling layak untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah kaya fosfat itu. 


Sebelumnya wilayah ini diklaim oleh Maroko dan Front Polisario, yang beroperasi dari kamp-kamp pengungsi di Aljazair barat daya dan mengklaim mewakili masyarakat Sahrawi yang merupakan penduduk asli wilayah yang disengketakan

“Hasil pemungutan suara bersejarah sekaligus membangun momentum untuk perdamaian yang telah lama dinantikan di Sahara Barat,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz dikutip dari The Guardian pada Sabtu, 1 November 2025.

Namun bagi Aljazair, resolusi itu masih jauh dari harapan rakyat Sahrawi. 

“Resolusi ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Resolusi ini jauh di bawah, saya katakan, harapan dan aspirasi sah rakyat Sahara Barat, yang diwakili oleh Front Polisario,” kata Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama.

Melalui keputusan tersebut, Dewan Keamanan juga memperpanjang mandat misi penjaga perdamaian PBB (MINURSO) selama satu tahun. Sekjen PBB António Guterres diminta meninjau mandat misi itu dalam enam bulan ke depan untuk melihat kemajuan dalam resolusi tersebut.

“Resolusi PBB menyerukan semua pihak yang terlibat untuk memanfaatkan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini untuk perdamaian abadi,”imbau DK PBB.

Langkah ini bisa menggeser dinamika proses yang buntu sejak rencana referendum ditunda akibat perselisihan daftar pemilih lebih dari tiga dekade lalu.
Maroko, yang telah membangun infrastruktur besar-besaran dan mengontrol hampir seluruh wilayah tersebut, menyambut kemenangan diplomatik ini.  

“Resolusi ini membuka babak baru dan penuh kemenangan dalam proses mengabadikan karakter Maroko di Sahara, yang dimaksudkan untuk mengakhiri masalah ini secara definitif,” kata Raja Mohammed VI.

Sebaliknya, Front Polisario menegaskan tidak akan terlibat dalam proses politik yang dianggap hanya melegitimasi pendudukan militer ilegal Maroko. Mereka menyatakan bahwa perdamaian tidak akan tercapai dengan memberi penghargaan kepada ekspansionisme.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya