Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Mengecewakan di Akhir Oktober 2025

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bitcoin menutup Oktober 2025 dengan hasil mengecewakan, turun hampir 5 persen. Ini menjadi penurunan bulanan pertama sejak 2018, sekaligus mengakhiri tujuh tahun beruntun di mana Oktober selalu dianggap bulan “beruntung” bagi investor kripto.

Tekanan datang dari pasar global yang gelisah dan turunnya selera risiko investor. Bitcoin yang sempat mencetak rekor di atas 126.000 Dolar AS, anjlok ke 104.782 Dolar AS hanya dalam dua hari pada 10-11 Oktober.

Guncangan besar dipicu langkah Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif hingga 100 persen untuk produk impor asal Tiongkok dan mengancam pembatasan ekspor perangkat lunak penting. Kebijakan ini memicu aksi jual besar-besaran dan menjadi likuidasi kripto terbesar dalam sejarah.


Analis Kaiko, Adam McCarthy, mengatakan investor kali ini tidak menjadikan Bitcoin sebagai “pelindung nilai” seperti biasanya. “Begitu ketidakpastian meningkat, mereka tidak beralih ke Bitcoin secara masif. Itu tanda kepercayaan sedang goyah,” ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu 1 November 2025.

Situasi diperparah oleh ketidakpastian arah suku bunga AS. Federal Reserve menolak ekspektasi pasar soal pemangkasan lanjutan, sementara penutupan pemerintahan AS membuat data ekonomi penting tertunda.

Kondisi ini menambah tekanan di pasar keuangan global. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, bahkan memperingatkan risiko koreksi tajam di bursa saham AS dalam enam bulan hingga dua tahun ke depan.

Meski Oktober berat, Bitcoin masih naik lebih dari 16 persen sejak awal tahun. Dukungan politik terhadap aset digital dari Trump dan pelonggaran regulasi kripto di AS menunjukkan bahwa bagi sebagian investor, kripto tetap punya ruang tumbuh - meski risikonya masih tinggi.  

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya