Berita

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (Foto: Dok. RMOL)

Bisnis

Pajak Daerah Banyak yang Ditilap, Ini Kata Tito

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara terbuka menyoroti masalah akut yang merugikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yaitu praktik penggelapan dana pajak dan retribusi daerah.

Tito menduga, banyak pajak yang telah dipungut dari masyarakat oleh pihak ketiga, seperti hotel dan restoran sebagai collector, namun dana tersebut tidak sepenuhnya sampai ke kas Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

"Hotel, restoran, parkir, selama ini kan masyarakat sudah bayar. Kita lihat saja kalau kita ke restoran itu bayar pajak apa, sekian persen. Tapi kan masalahnya uangnya sampai ke Dispenda, dinas pendapatan daerah? Mungkin nggak sampai karena menggunakan manual. Jadi ya suka-suka yang melaporkan," kata Tito usai acara Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) dan IFSE 2025, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 31 Oktober 2025. 


Tito berpesan ke pemerintah daerah (pemda) untuk memutus mata rantai penggelapan ini dengan digitalisasi sistem penerimaan daerah secara menyeluruh dan terintegrasi. Pendataan pendapatan secara manual sudah tidak relevan dan rentan disalahgunakan. 

Modus klasik yang sering terjadi adalah penggunaan dua buku. Satu buku catatan asli untuk transaksi riil, dan satu buku yang sudah diubah untuk dilaporkan ke Dispenda.  Akibat modus penggelapan itu, banyak pemda yang disebut olehnya merugi.  

"Dia rugi karena collector tidak menyerahkan kepada Dispenda. Mereka pakai dua buku, satu buku asli, satu buku untuk Dispenda," terang Tito. 

Tito  mengapresiasi Pemerintah Kota Banyuwangi yang berhasil membuat terobosan dengan mengimplementasikan sistem digital yang secara langsung menghubungkan data pajak dan retribusi yang dipungut oleh badan usaha ke database resmi Dispenda.

"Beberapa daerah sudah melakukan, Banyuwangi misalnya. Banyuwangi dia membuat alat meng-connect semua hotel, restoran langsung ke Dispenda. Sehingga begitu kemudian pajak dari masyarakat itu yang memang sudah ada, nggak perlu ditambah lagi, ditarik oleh hotel-restoran dengan alat itu langsung masuk ke Dispenda," terang Tito.

Tito juga secara khusus meminta dukungan dari Bank Indonesia (BI). Ia berharap BI dapat mengambil peran proaktif, seperti yang dilakukan dalam standarisasi sistem pembayaran melalui QRIS, untuk membantu Pemda mendigitalisasi dan mengintegrasikan sistem penerimaan pajak daerah agar menjadi lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari penggelapan.

Dengan sistem digital yang kuat, kata Tito, collector tidak lagi bisa menyembunyikan pendapatan dan APBD akan menerima haknya secara penuh.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya