Berita

Pembangunan Plaza Legislatif dan Yudikatif akan segera dimulai pada November 2025. (Foto: Humas OIKN)

Nusantara

IKN Bersiap Bangun Kawasan Legislatif dan Yudikatif

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ibu Kota Nusantara (IKN) akan memulai pembangunan untuk kawasan lembaga legislatif hingga yudikatif setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 79/2025.

Perpres tersebut menetapkan IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menjelaskan, tahap persiapan pembangunan ekosistem Kawasan Legislatif dan Yudikatif tengah dipersiapkan. Hal itu sebagai langkah penting dalam pelengkap trias politica pada pembangunan IKN tahap kedua.


"Pasca Perpres 79, pembangunan fisik maupun non-fisik di IKN akan semakin masif. Saat ini, sekitar 7.000 pekerja konstruksi tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK)," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Oktober 2025. 

Pada tahap kedua, lanjut mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, jumlah pekerja pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN diperkirakan mencapai 20.000 orang sebagai langkah percepatan.

"Tanda tangan kontrak hasil lelang pembangunan dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga November 2025," sambungnya. 

Basuki memaparkan, kompleks perkantoran legislatif akan dibangun di lahan seluas 42 hektar dengan anggaran Rp8,5 triliun dalam rentang waktu 2025–2027), mencakup Gedung Sidang Paripurna, Plaza Demokrasi, Serambi Musyawarah, Museum, dan gedung kerja lainnya. 

Sementara kompleks yudikatif seluas 15 hektar dengan anggaran Rp3,1 triliun akan dibangun gedung Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung.

"Proses pembangunan kedua kompleks diperkirakan memakan waktu 25 bulan, mulai November 2025," jelasnya.

Dia menyebutkan, anggaran pembangunan infrastruktur IKN bersumber dari tiga skema pembiayaan, yaitu dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp48,8 triliun selama 2025–2028. Kemudian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan estimasi nilai Rp158,72 triliun per Oktober 2025, dan Investasi Swasta Murni dengan estimasi nilai Rp66,3 triliun per Oktober 2025.

Selain gedung perkantoran, lanjut Basuki, pembangunan prioritas lainnya termasuk penataan Pasar Sepaku, Masjid Negara, dan Basilika ditargetkan selesai dan beroperasi akhir 2025. 

Adapun fasilitas pendukung lainnya seperti konektivitas jalan di KIPP Sub-WP 1B dan 1C, hunian, pasar, dan fasilitas pendidikan, dipastikan Basuki juga tengah dipersiapkan untuk mendukung relokasi ASN ke Nusantara.

Di sisi lain, sebagai pendukung infrastruktur fisik Otorita IKN juga memastikan sumber air baku bisa memenuhi kebutuhan ASN yang akan pindah ke IKN, yakni melalui Bendungan Sepaku Semoi dengan luas 800 - 900 Ha, dengan kapasitas tampungan 16 juta meter kubik dan mampu menyediakan air baku 2.500 liter/detik.

Dari ketersediaan air baku itu, Basuki memastikan 1.500 liter/detik akan dialirkan ke IKN, dan 1.000 liter/detik dialirkan ke Balikpapan. Selain bendungan, juga telah disiapkan Intake Sepaku dengan instalasi pengolahan air dengan kapasitas 300 liter/detik. 

"Air yang mengalir IKN merupakan air yang dapat diminum," demikian Basuki menambahkan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya