Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Tersungkur, Saham Meta dan Microsoft Terpukul

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat di Wall Street  melemah, dipimpin kejatuhan Nasdaq dan S&P 500. Pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell juga turut menekan sentimen investor.

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi, namun Powell menegaskan pelonggaran lanjutan pada Desember kemungkinan tidak terjadi. Pernyataan itu membuat pelaku pasar menurunkan peluang penurunan suku bunga Desember menjadi sekitar 70 persen dari lebih 90 persen sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, berikut pergerakan ekuitas di Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis 30 Oktober 2025. 


- Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 109,88 poin atau 0,23 persen menjadi 47.522,12.
- S&P 500 turun 68,25 poin atau 0,99 persen ke posisi 6.822,34
- Nasdaq Composite Index minus 377,33 poin atau 1,57 persen menjadi 23.581,14

Dari sebelas sektor utama S&P 500, tujuh di antara melemah, dengan consumer discretionary mencatat penurunan terdalam sebesar 2,6 persen, sementara real estate menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni 0,7 persen.

Saham Meta Platforms turun 11,3 persen, mencatat penurunan harian terbesar dalam tiga tahun terakhir setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal tahun depan akan meningkat tajam karena investasi di bidang AI. Saham Microsoft juga merosot 2,9 persen usai melaporkan belanja modal hampir 35 miliar Dolar AS pada kuartal fiskal pertama dan memperingatkan pengeluaran akan terus meningkat tahun ini.

Saham Alphabet, induk perusahaan Google, justru melonjak 2,5 persen setelah pertumbuhan bisnis iklan dan komputasi awan mendorong hasil keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

Dari 222 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga Rabu, 84,2 persen berhasil melampaui ekspektasi laba, menurut data LSEG -- di atas rata-rata empat kuartal terakhir sebesar 77 persen.

Di NYSE , jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 2,1 banding 1, di mana terdapat 177 harga tertinggi baru dan 172 harga terendah baru.

Di bursa Wall Street, 20,32 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 21,08 miliar selama 20 sesi terakhir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya