Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Sagu Jadi Bahan Baku Termurah untuk Produksi Bioetanol Nasional

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sagu ternyata bisa menjadi  bahan baku paling murah untuk memproduksi etanol, yang nantinya diolah menjadi campuran bioetanol.

Hal itu disampaikan pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, di acara Pameran Industri Agro di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2025. 

“Dari semua bahan baku yang ada, sagu saat ini yang paling murah untuk menghasilkan etanol,” ujar Putu. 


Putu menjelaskan bahwa untuk memproduksi bioetanol dengan harga bersaing, kuncinya ada pada pemilihan bahan baku yang ekonomis. Proses pembuatannya relatif sama, tetapi harga bahan baku sangat menentukan biaya produksi.

Ia juga menjelaskan, selain sagu, bahan lain yang bisa digunakan adalah singkong, jagung, dan tebu.

“Setelah sagu, bahan baku termurah berikutnya adalah singkong. Kalau jagung harganya sudah agak tinggi. Jadi nanti dilihat mana yang paling efisien dan mudah dikembangkan,” jelasnya.

Jika program swasembada gula nasional berhasil, maka tebu akan menjadi bahan baku potensial untuk bioetanol. Hal ini karena peningkatan produksi tebu akan menghasilkan lebih banyak molasses (tetes tebu), yang bisa diolah menjadi biofuel.

“Kalau produksi gula meningkat, otomatis molasses juga naik. Ini bisa menjadi sumber energi alternatif yang besar,” ujarnya.

Selain tanaman pangan, Kementerian Perindustrian juga meneliti pemanfaatan biomassa dari tandan kosong kelapa sawit. Melalui proses fraksinasi, limbah tersebut dapat menghasilkan semi-selulosa, yang bisa diolah menjadi bahan baku bioetanol ramah lingkungan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui program mandatori campuran etanol 10 persen (E10) dalam bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini bertujuan mengurangi emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Pemerintah menargetkan penerapan E10 pada tahun 2027, dengan kebutuhan bahan baku etanol mencapai 1,4 juta kiloliter (KL). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah berupaya agar produksi etanol dilakukan di dalam negeri. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di Indonesia.

“Kami ingin kebutuhan etanol bisa dipenuhi dari pabrik dalam negeri, tanpa impor,” tegas Bahlil.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya