Berita

Presiden Prabowo Subianto berbicara di Mabes Polri usai menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba, Rabu, 29 Oktober 2025. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Larang Mafia di Pemerintahan Sebagai Shock Therapy

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 03:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang tidak mau ada mafia di dalam pemerintahan menjadi sinyal positif untuk memberi efek kejut dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Dalam konteks shock therapy saya yakin Pak Prabowo berani, kalau kita bicara latar belakang sebagai tentara, sebagai 'jenderal perang'," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dikutip dalam acara Sapa Indonesia Malam, Kamis, 30 Oktober 2025.

Namun demikian, Prabowo sebagai kepala negara diharapkan tidak sebatas memberikan warning kepada jajarannya di kabinet. Dibutuhkan langkah yang lebih konkret agar perilaku koruptif benar-benar diberantas daripada sekadar shock therapy.


"Itu (shock therapy) iya (bisa) untuk membangkitkan harapan, membongkar borok yang selama ini menggerogoti. Tapi ketika berbicara pemberantasan korupsi secara menyeluruh, tidak berhenti sampai ditangkap, dipenjara, uangnya disita, tapi bagaimana membangun sistem ke depan sehingga tidak terjadi lagi," ujar Yunarto.

Statement tegas Prabowo yang tidak ingin ada mafia di dalam pemerintahan disampaikan saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Rabu, 29 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menyampaikan komitmennya untuk memerangi korupsi, salah satunya dengan melakukan perbaikan sistem.

"Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah, tidak boleh ada mafia dalam pemerintah, tidak boleh ada orang pintar yang berada di dalam pemerintahan merasa dia bisa mengakali pemimpin politik, mengakali rakyat," tegas Prabowo.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya