Berita

Anggota Komisi V DPR Fraksi PDIP Adian Napitupulu. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Bisnis

Adian Bongkar Trik Aplikator Raup Untung Belasan Miliar per Hari

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 17:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi V DPR Fraksi PDIP, Adian Napitupulu mengungkap temuan mengejutkan soal biaya operasional perusahaan aplikator transportasi ojek online (ojol). 

Berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah pihak terkait, ternyata biaya jemput-antar per perjalanan atau Cost Per Action (CPA) hanya berkisar Rp186 hingga Rp204.

“Biaya itu sudah termasuk biaya Google Maps,” kata Adian dalam keterangan resminya kepada redaksi Kamis 30 Oktober 2025.


Adian menemukan fakta baru bahwa biaya CPA sebenarnya jauh lebih kecil dari narasi yang selama ini dibangun oleh pihak aplikator.

“Dalam diskusi itu dipaparkan data biaya Google Maps berbayar. Angka yang keluar untuk berlangganan 10 juta pengguna perbulan ternyata hanya Rp17 sampai Rp50 per perjalanan, tergantung pilihan fasilitas layanan Google Mapnya,” kata Adian.

Legislator PDIP itu pun melakukan simulasi tambahan dengan memasukkan komponen biaya overhead, marketing, dan maintenance. Hasilnya, total biaya keseluruhan per perjalanan hanya di kisaran Rp600.

Lebih lanjut, Adian mengungkap bahwa keuntungan bersih yang diperoleh aplikator dari transaksi harian tergolong sangat besar.

Pertama, aplikator mengambil 15 persen plus 5 persen dari setiap perjalanan driver online. Lalu mereka ambil Rp2.000 sebagai biaya jasa aplikasi, Rp1.000 untuk asuransi, dan Rp500 lagi untuk biaya hijau. 

“Jadi masih ada lagi tambahan yang diambil aplikator sebesar Rp3.500 yang dibungkus dengan berbagai istilah namun tanpa kejelasan dasar hukum,” kata Adian.

Wasekjen DPP PDIP itu lantas mengambil contoh, jika dalam satu perjalanan dikenakan tarif Rp12.000, maka aplikator bisa dapat Rp5.900 per transaksi. Dengan asumsi potongan komisi sebesar Rp2.400 lalu ditambah dengan Rp3.500 pungutan di luar potongan 15+5%.

“Jika angka itu dikurangi biaya Fix Cost ++ Rp600, maka pendapatan bersih aplikator Rp5.300 per transaksi,” ungkap Adian. 

Berdasarkan perhitungan itu, kata Adian, jika satu aplikator mencatat 3,3 juta transaksi per hari, maka laba bersihnya bisa mencapai Rp17,5 miliar per hari atau sekitar Rp6,4 triliun per tahun -- hanya dari angkutan penumpang.

“Belum termasuk laba Food dan Barang,” ungkap Adian terheran-heran.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya