Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto: Humas Kemenko PM)

Politik

Cak Imin Yakin Presiden Dukung Program SMK Go Global

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti tingginya angka pengangguran di Indonesia, terutama di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

“Ini alarm serius. SMK didesain untuk menyiapkan anak-anak muda agar siap bekerja, tapi justru menjadi penyumbang pengangguran tertinggi,” ujar Cak Imin saat menghadiri Kick Off Pesantren Inklusif Berdaya di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK tercatat mencapai 8,00 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.


Sebagai pembanding, TPT lulusan SMA sebesar 6,35 persen, dan lulusan perguruan tinggi (D4/S1/S2/S3) sebesar 6,23 persen. Adapun secara nasional, TPT Indonesia berada di angka 4,76 persen atau sekitar 7,28 juta orang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Cak Imin mengungkapkan akan segera merumuskan program “SMK Go Global”sebagai salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

“Presiden Insyaallah setuju dengan apa yang disebut Kick Off SMK Go Global yang menyiapkan beasiswa bagi lulusan agar siap bekerja dengan cepat melalui pelatihan yang efektif, terukur, dan terencana. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada SMK Go Global untuk mengatasi pengangguran di tanah air,” ujar Cak Imin optimistis.

Ia menjelaskan, program SMK Go Global akan menjadi wadah penguatan keterampilan vokasi berbasis kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang kerja di tingkat nasional maupun internasional. Program ini juga akan memperkuat kerja sama lintas kementerian dan dunia industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.

“Dengan begitu, kita benahi problem ini dari hilir dan hulunya, dari kurikulum, pelatihan, hingga penyaluran kerja. Pendidikan vokasi harus menjadi jalan keluar, bukan justru sumber pengangguran,” tegasnya.

Sejarah pendirian SMK di Indonesia sendiri bermula dari gagasan pemerintah pada awal 1950-an untuk membentuk sekolah kejuruan yang dapat menghasilkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri nasional.

SMK (dulunya dikenal sebagai Sekolah Teknik dan Sekolah Kejuruan) dibentuk untuk mencetak lulusan yang kompetitif, produktif, dan berdaya saing. Namun, seiring waktu, kurikulum dan sistem pelatihannya belum sepenuhnya kompatibel dengan kebutuhan dunia kerja modern. Akibatnya, lulusan SMK justru banyak yang kesulitan terserap di pasar tenaga kerja.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya