Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 10:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah dunia kembali turun  sekitar 2 persen dan menjadi penurunan hari ketiga berturut-turut karena investor masih menimbang dampak sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua raksasa minyak Rusia terhadap pasokan global.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,22 Dolar AS atau 1,9 persen menjadi 64,40 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa 28 Oktober 2025 Waktu setempat. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup melemah 1,16 Dolar AS atau 1,9 persen menjadi 60,15 dolar AS per barel.

Pekan lalu, Brent dan WTI sempat mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni, setelah Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia karena perang di Ukraina. Sanksi itu menargetkan dua perusahaan minyak besar, Lukoil dan Rosneft.


Namun, pemerintah AS memberikan pengecualian kepada anak perusahaan Rosneft di Jerman. Menteri Ekonomi Jerman menjelaskan, bisnis tersebut dibebaskan dari sanksi karena asetnya tidak lagi berada di bawah kendali Rusia.

Analis energi Phil Flynn dari Price Futures Group mengatakan, langkah Trump memberi kesan bahwa masih ada ruang negosiasi dalam penerapan sanksi. “Keringanan ini mengurangi kekhawatiran bahwa pasokan minyak akan terlalu ketat. Kami melihat ada penghindaran risiko di pasar hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menilai dampak sanksi terhadap negara-negara pengekspor minyak kemungkinan kecil karena masih ada kapasitas produksi cadangan.

Sebagai respons terhadap sanksi tersebut, Lukoil, produsen minyak terbesar kedua di Rusia, mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya. Langkah ini menjadi tindakan paling besar sejauh ini dari perusahaan Rusia sejak Barat menjatuhkan sanksi atas invasi ke Ukraina pada 2022.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya