Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Sanksi AS ke Rusia Diragukan, Harga Minyak Merosot

SABTU, 25 OKTOBER 2025 | 10:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun tipis pada Jumat, 24 Oktober 2025, setelah pelaku pasar mulai meragukan ketegasan pemerintahan Donald Trump dalam menerapkan sanksi terhadap dua raksasa energi Rusia terkait perang di Ukraina.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 5 sen atau 0,1 persen menjadi 65,94 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 29 sen atau 0,5 persen ke level 61,50 Dolar AS per barel.

Kedua acuan harga sempat menguat di awal perdagangan, melanjutkan lonjakan lebih dari 5 persen sehari sebelumnya setelah pengumuman sanksi. Namun, harga berbalik melemah menjelang penutupan sesi. Meski begitu, sepanjang pekan ini minyak Brent dan WTI masih mencatat kenaikan lebih dari 7 persen, menjadi pekan terbaik sejak pertengahan Juni.


“Ada keraguan baru apakah sanksi ini benar-benar akan sekeras yang dijanjikan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Trump sebelumnya mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan energi terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, untuk menekan Presiden Vladimir Putin agar mengakhiri invasi ke Ukraina. Kedua perusahaan tersebut menyumbang lebih dari 5 persen produksi minyak dunia. Rusia sendiri merupakan produsen minyak terbesar kedua setelah Amerika Serikat pada 2024.

Sanksi baru ini juga membuat perusahaan minyak milik negara Tiongkok menunda pembelian minyak Rusia, sementara kilang-kilang di India -- pembeli terbesar minyak Rusia melalui jalur laut -- berencana memangkas impor secara signifikan.

“Aliran minyak ke India berisiko besar,” kata Janiv Shah, Wakil Presiden Analisis Pasar Minyak di Rystad Energy. “Bagi kilang Tiongkok, dampaknya akan lebih kecil karena mereka memiliki pasokan yang lebih beragam dan cadangan minyak yang cukup," lanjutnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya