Berita

Ilustrasi (Foto: Internet)

Dunia

Dukungan Internasional Menguat untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 16:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang dukungan internasional terhadap rencana otonomi Maroko untuk wilayah Sahara terus menguat. 

Dalam perkembangan terbaru, tiga negara dari tiga benua berbeda yakni Polandia, Paraguay, dan Kamboja menyatakan dukungan tegas mereka terhadap inisiatif otonomi yang diajukan Rabat sejak tahun 2007, yang dinilai sebagai solusi serius, realistis, dan pragmatis bagi sengketa regional yang telah berlangsung puluhan tahun.

Mengutip pernyataan yang diterima redaksi, Kamis, 23 Oktober 2025, Pemerintah Polandia secara resmi menyebut rencana otonomi tersebut sebagai dasar serius, realistis, dan pragmatis untuk solusi yang berkelanjutan atas konflik di Sahara Maroko. 


Pernyataan itu disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Polandia, Rados?aw Sikorski, dalam Joint Communiqué dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita.

Langkah Polandia menambah panjang daftar negara anggota Uni Eropa yang mendukung posisi Maroko. Hingga kini, 23 dari 27 anggota Uni Eropa serta lebih dari 120 negara di dunia menyatakan dukungan terhadap solusi berbasis otonomi di bawah kedaulatan Maroko.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Paraguay, Raúl Luís Latorre, kembali menegaskan dukungan teguh dan konsisten negaranya terhadap kedaulatan Maroko atas provinsi-provinsi selatannya. 

Ia menyebut rencana otonomi Maroko sebagai solusi yang adil dan kredibel untuk sengketa Sahara.

“Kami menegaskan bahwa Sahara merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Kerajaan Maroko,” ujar Latorre setelah bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Maroko, Mohamed Ould Errachid, di sela Sidang ke-151 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Jenewa.

Dalam pertemuan itu, Latorre menyerahkan salinan resolusi yang disetujui secara bulat oleh DPR Paraguay, yang mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara dan mendukung rencana otonomi sebagai dasar penyelesaian konflik. 

Ia juga mengumumkan rencana pembukaan konsulat Paraguay di provinsi selatan Maroko sebagai bentuk dukungan nyata.

Dukungan serupa datang dari Asia Tenggara. Dalam Joint Communiqué yang dikeluarkan di Rabat, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn menyampaikan dukungan penuh negaranya terhadap rencana otonomi Maroko dan kedaulatan teritorialnya.

Kamboja memuji upaya serius dan kredibel Maroko untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur politik sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB. 

Kedua negara juga menegaskan penolakan terhadap semua agenda separatis yang mengancam kedaulatan negara anggota PBB, serta menyamakan ancaman separatis dengan ancaman terorisme terhadap stabilitas global.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya