Berita

Irjen Andry Wibowo orasi ilmiah dalam Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Ibnu Chaldun (UIC) di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: Dokumentasi UIC)

Presisi

Pancasila Manifesto Moral Manusia Indonesia

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 00:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pendidikan Indonesia yang mengacu pada Pancasila perlu dioptimalkan menjadi benteng moral di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital. 

Pesan itu merupakan orasi ilmiah Irjen Andry Wibowo dengan tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Patriotisme, Pancasila, dan Profesionalisme pada Pendidikan Indonesia" dalam Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Ibnu Chaldun (UIC) di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.

“Kita menghadapi dunia yang bukan hanya bertarung dalam ekonomi dan teknologi, tetapi juga ideologi, moral, dan identitas manusia,” ujar Irjen Andry di hadapan sivitas akademika dan para wisudawan UIC.


“Para pendiri bangsa menulis Pancasila bukan sebagai dokumen politik, tapi manifesto moral umat manusia Indonesia,” tegasnya.

Pernyataan Andry didukung karena dirinya menilai sistem global saat ini dikuasai kepentingan negara-negara adidaya, sementara Indonesia kerap terjebak sebagai pasar, bukan subjek yang berdaulat.

“Dunia pertama tidak perlu lagi berperang untuk menaklukkan bangsa lain, cukup dengan penetrasi budaya dan teknologi,” kata Andry.

Lanjut dia, tantangan terbesar bangsa bukan lagi penjajahan fisik, melainkan imperialisme budaya, kebodohan digital, dan kemiskinan moral. 

Andry menilai pendidikan di Indonesia harus kembali menjadi mercusuar nilai dan moral bangsa, bukan sekadar pabrik nilai akademik. 

Sementara Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Rahmah Marsinah berharap peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan moral, sosial, dan intelektual semakin nyata di masa depan.

“Wisuda bukan akhir, tetapi awal kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Adapun acara wisuda yang di gelar di Gedung Ardhya Garini, Halim Jakarta Timur ini diikuti oleh 369 wisudawan Strata 1 dan Magister.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya