Berita

Raja Juli Antoni. (Foto: RMOL)

Politik

8 Menteri dan Wamen Layak Diganti, Raja Juli Nomor 1

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 17:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei delapan pembantu Presiden Prabowo Subianto yang layak direshuffle. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ternyata anggota Kabinet Merah Putih yang paling banyak diinginkan respoden diganti.

"Menteri atau pejabat setingkat menteri mana yang layak untuk diganti? Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 37,9%, Menteri Pariwisata Widianti Putri 37,5%," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dikutip dari materi paparan rilis survei, Selasa, 21 Oktober 2025.

Survei dilakukan IPO pada 9-17 Oktober 2025 melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Survei bertajuk "Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik" ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error ±2,9 persen.


Berikutnya adalah Menteri HAM Natalius Pigai dimana sebanyak 34,8% responden menjawab mantan komisioner Komnas HAM ini pantas ditendang dari kabinet. Lalu Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (31,5%), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirat (9,5%), dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (4,0%).

Dua nama lainnya adalah Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christine (2,8%) serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (2,0%)

Selain itu IPO menyodorkan pertanyaan apakah saat ini perlu dilakukan pergantian menteri atau pejabat setingkat menteri. Hasilnya mayoritas responden menjawab perlu dilakukan.

"32% (menjawab) tidak perlu, 68% perlu," demikian kata Dedi Kurnia Syah.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya