Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

Nusantara

Pelajar SMK Peroleh Jurus Cerdas Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 06:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam upaya memperkuat karakter pelajar di era digital, SMK As-Syafiiyah Jakarta Selatan menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Karakter dan Literasi Digital: Cerdas, Kritis Tanpa Hoaks dan Hate Speech”, yang berlangsung di aula sekolah, Jl. Bukit Duri Selatan No. 87, Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 20 Oktober 2025.

Acara diikuti oleh sekitar 100 siswa, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan pendidikan dan kepolisian. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran digital di kalangan pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu dan ujaran kebencian yang marak di media sosial.

Kepala Sekolah SMK As-Syafiiyah, Endah Kusuma Dwi Astuti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih bijak dan kritis di dunia maya.


“Siswa harus mampu memilah informasi dan tidak mudah terbawa arus provokasi di media sosial. Kami ingin mereka menjadi generasi yang cerdas digital, bukan korban klikbait,” tegas Endah dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.

Sementara itu, Aziza selaku Kepala Seksi SMK, Kursus, dan Pelatihan Wilayah II Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa pembinaan karakter digital sangat penting di era ketika hampir semua siswa memiliki lebih dari satu akun media sosial.

“Media sosial seharusnya menjadi sarana belajar dan berbagi hal positif. Namun banyak kasus menunjukkan justru digunakan untuk hal-hal negatif yang berpotensi merusak citra sekolah,” ujarnya.

Aziza juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, agar tidak ada lagi sekolah yang tercantum dalam daftar hitam akibat ulah oknum pelajar.

Dalam sesi pembekalan, AKBP Rezky Suryawijaya mengingatkan bahwa penyebaran hoax dan ujaran kebencian di media sosial dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari perpecahan sosial hingga tindakan perundungan (bullying) di lingkungan pelajar.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan ikut menyebar kebencian atau fitnah. Mari jadikan diri kita sebagai Digital Ambassador of Peace, dengan menyebarkan pesan kebaikan dan perdamaian,” pesannya di hadapan para siswa.

Rezky juga menyoroti pengaruh negatif dari pergaulan digital seperti tren viral yang menyesatkan atau kelompok daring yang menjerumuskan remaja ke perilaku tidak produktif. Ia menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikan konten apapun ke publik.

Kegiatan literasi digital ini mendapat respons positif dari para siswa yang mengaku lebih memahami pentingnya berpikir kritis dalam bermedia sosial. Para peserta juga berkomitmen untuk menjadi pelajar berkarakter, santun, dan bertanggung jawab di dunia digital.

Kegiatan ditutup dengan seruan bersama dari seluruh peserta:

“Stop Hoaks, Stop Hate Speech Jadilah Digital Ambassador of Peace!”


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya