Berita

Ilustrasi. (Foto: BNN)

Nusantara

GPA Dukung DPR Bentuk Panja Pengawasan Narkotika di Lapas

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 00:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usul pembentukan Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Sugiat Santoso, mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA). 

Ketua Umum PP GPA, Aminullah Siagian menilai, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis yang menandai keseriusan parlemen dalam memutus rantai peredaran narkotika yang telah merasuki sistem pemasyarakatan.

“Sudah terlalu lama kita menyaksikan paradoks, tempat yang seharusnya menjadi ruang rehabilitasi justru berubah menjadi pusat peredaran narkoba," ujar Aminullah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 19 Oktober 2025.


Menurutnya, pembentukan Panja tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik negara untuk menyelamatkan generasi bangsa dari kehancuran.

Sebab dalam pandangannya, kasus-kasus seperti kasus Amar Zoni yang menjadi bandar narkoba di dalam lapas hanyalah fenomena puncak gunung es, dari lemahnya tata kelola lembaga pemasyarakatan dan minimnya pengawasan sistemik.

“Kasus Amar Zoni bukan sekadar sensasi publik, tetapi alarm keras bahwa sistem pemasyarakatan kita tengah kehilangan fungsi dasarnya. Jika Lapas berubah menjadi laboratorium kejahatan, maka negara harus bertindak cepat, tegas, dan sistemik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Aminullah menegaskan pemberantasan narkotika tidak bisa hanya berhenti pada penindakan. Ia menekankan perlunya pembenahan menyeluruh yang menyentuh akar masalah, mulai dari integritas aparat, tata kelola lembaga, hingga pendekatan pembinaan dan rehabilitasi yang humanis serta berorientasi pemulihan sosial.

Karenanya, ia juga mendorong agar Panja DPR nantinya melibatkan elemen masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi kepemudaan sebagai mitra kritis dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berkeadilan dan berdampak jangka panjang.

“Gerakan Pemuda Al-Washliyah memandang perang melawan narkoba bukan sekadar isu hukum, melainkan persoalan ideologis dan moral bangsa. Ini adalah perjuangan untuk merebut kembali kesadaran kolektif dari penjajahan baru, penjajahan moral dan mental akibat narkotika,” demikian Aminullah menegaskan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya