Berita

Mantan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM di Yogyakarta. (Foto: Fakultas Kehutanan UGM)

Politik

Rektor Ova Emilia Jerumuskan Jokowi karena sebut Alumni UGM

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 00:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menanggapi pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, yang memberi pujian kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai alumni kebanggaan.

Hal tersebut disampaikan Ova ketika rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, pada Jumat 17 Oktober 2025.

"Sebenarnya Rektor Ova Emilia mengundang untuk menjerumuskan," tulis Dokter Tifa melalui akun X pribadinya, dikutip Minggu 19 Oktober 2025.


Pertama, Dokter Tifa mengatakan, Ova Emilia tidak menyebut lagi gelar Insinyur atau Ir. Joko Widodo. Padahal saat konferensi pers pada tahun 2022, rektor UGM itu dengan yakin menyebut gelar Ir. Joko Widodo. 

"Kedua, dia tidak menyebut Joko Widodo sebagai lulusan, tetapi hanya sebagai alumni UGM. Lulusan artinya adalah orang yang lulus dan mendapatkan ijazah. Alumni adalah orang yang pernah kuliah, bisa lulus bisa tidak," kata Dokter Tifa.

Selanjutnya, kata Dokter Tifa, Ova Emilia menyebut Jokowi sebagai alumni UGM tahun 1980. Artinya Ova Emilia hanya mengakui bahwa Jokowi pernah kuliah di UGM tahun 1980, dan tidak lagi menyebutkan tahun 1985 yang selama ini diklaim sebagai tahun kelulusan Jokowi menjadi Insinyur

"Artinya UGM buang badan! Dan secara tidak langsung, UGM mengakui hasil penelitian RRT!" sambungnya.

Keganjilan lainnya, menurut Dokter Tifa, yakni Dies Natalis Fakultas Kehutanan jatuh pada 17 Agustus, sesuai tahun kelahiran fakultas tersebut.

"Lantas mengapa Fakultas Kehutanan UGM baru mengadakan Dies Natalis tanggal 17 Oktober 2025, dua bulan setelah tanggal kelahiran, baru dirayakan," pungkas Dokter Tifa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya