Berita

Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Program Prabowo Nyata dan Berdampak Langsung ke Rakyat

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 05:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat mengapresiasi capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berhasil menghadirkan kebijakan nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat kecil. 

Menurutnya, program-program pro rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), screening kesehatan nasional, serta penghapusan utang petani, nelayan, dan pelaku UMKM, memperlihatkan arah kebijakan yang berpihak pada rakyat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

“Program Makan Bergizi Gratis dan screening kesehatan adalah bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah berhasil mengambil langkah konkret dalam memperkuat gizi dan kesehatan anak-anak, terutama di daerah tertinggal,” ujar Fendi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.


Ia menilai, pelaksanaan awal program MBG menunjukkan hasil positif, namun tetap memerlukan pengawasan ketat agar kualitas bahan pangan dan distribusinya merata.

“Yang terpenting, program ini jangan berhenti di level administratif. Harus menyentuh kebutuhan riil anak-anak di sekolah,” katanya.

Fendi menegaskan, keberhasilan MBG bergantung pada monitoring dan evaluasi berkelanjutan yang melibatkan sekolah, komite, dan masyarakat. 

“Kalau dijalankan konsisten, MBG bukan sekadar bantuan sosial, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing,” tambahnya.

Terkait penghapusan utang bagi petani, nelayan, dan UMKM, Fendi menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah progresif dan berani. 

“Banyak pelaku usaha kecil yang terjebak utang bukan karena tidak mau bayar, tapi karena kondisi ekonomi yang sulit. Dengan kebijakan ini, pemerintah memberi ruang bagi mereka untuk bangkit dan produktif kembali,” ungkapnya.

Ia juga menilai, program Koperasi Desa Merah Putih menjadi upaya penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Namun, ia mengingatkan bahwa penghapusan utang dan penguatan koperasi harus disertai pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, agar para pelaku usaha kecil benar-benar mandiri.

“Penghapusan utang jangan dimaknai sebagai akhir masalah, tapi awal dari pemberdayaan baru. Pemerintah perlu mengintegrasikannya dengan pelatihan kewirausahaan, digitalisasi usaha, dan perluasan akses modal,” jelasnya.

Menurut Fendi, arah kebijakan pemerintahan Prabowo kini semakin tegas memperkuat program jangka panjang yang pro rakyat, bukan sekadar program populis sesaat.

“Fokus pemerintah pada gizi, kesehatan, dan ekonomi rakyat menunjukkan bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program-program tersebut, Fendi mendorong pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian, sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi publik-swasta dalam pendanaan. 

“BUMN, lembaga keuangan mikro, dan sektor filantropi perlu dilibatkan agar program tetap berjalan tanpa membebani APBN,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengawasan pelaksanaan program. 

“Pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berbasis data akan memastikan setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar memberi manfaat untuk rakyat kecil,” pungkas Dr. Fendi Hidayat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya