Berita

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Pemberantasan Mafia SDA jadi Capaian Strategis Pemerintahan Prabowo

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 03:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto, menilai langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas mafia sumber daya alam (SDA) merupakan capaian strategis dan monumental selama satu tahun kepemimpinannya. 

"Kebijakan penertiban lahan sawit ilegal, tambang di kawasan hutan, serta pemberantasan permainan impor migas menandai perubahan arah besar geopolitik ekonomi Indonesia," kata Rasminto kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.

Menurutnya, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menjadi landasan penting dalam menata ulang tata kelola SDA yang selama ini dikuasai oleh kelompok oligarki. Melalui Satgas PKH yang dibentuk berdasarkan perpres tersebut, pemerintah berhasil menunjukkan orkestrasi nasional yang solid lintas sektor.


“Satgas PKH, yang terdiri dari unsur TNI, Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, BPKP, ATR/BPN, dan K/L terkait berhasil mengembalikan lebih dari 3,3 juta hektare lahan sawit ilegal di kawasan hutan. Ini jadi bukti nyata hadirnya negara,” tegas Rasminto.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergisitas antar aparat penegak hukum dan lembaga negara, di mana operasi di lapangan menunjukkan ketegasan tanpa kompromi terhadap pelanggaran.
 
"Sinergi ini menjadi model sangat baik dalam tata kelola sumber daya nasional berbasis kepemimpinan tegas dan integratif," tandasnya. 

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan Presiden Prabowo mencerminkan strategi Geopolitik Nusantara, yaitu pandangan bahwa penguasaan ruang dan sumber daya jadi bagian integral dari pertahanan dan kesejahteraan nasional.

“Pemerintahan Presiden Prabowo memahami bahwa keadilan sosial tidak akan pernah terwujud tanpa kedaulatan ekonomi. Negara harus kembali menguasai tanah, energi, dan ruang hidup rakyatnya sesuai amanat pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.

Selain sektor kehutanan, Rasminto menyoroti pula pembenahan tata kelola impor migas yang selama ini menjadi celah kebocoran ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian ESDM, impor minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 1 juta barel per hari dengan nilai ekonomi mendekati Rp500 triliun per tahun.

“Di situlah letak pentingnya langkah Presiden Prabowo, karena mafia migas telah menjerat ekonomi kita selama puluhan tahun,” tandasnya.

Rasminto mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam membongkar praktik penyimpangan impor minyak mentah yang menyebabkan potensi kerugian negara mencapai Rp285 triliun.

“Ini kerja geopolitik yang nyata. Pemerintah sedang merebut kembali kedaulatan energi dari tangan kartel,” ungkapnya.

Rasminto menegaskan bahwa capaian ini bukan semata-mata soal penindakan, melainkan perubahan arah ekonomi nasional menuju kemandirian dan keadilan.

“Ketegasan Presiden Prabowo dalam menata sumber daya alam menandai pergeseran dari ekonomi rente menuju ekonomi berdikari. Semoga ini jadi fondasi bagi tegaknya keadilan sosial bangsa,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya