Berita

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Foto: Humas PKB)

Politik

Mandaya Awards Wujud Pengakuan Negara bagi Pejuang Pemberdayaan Masyarakat

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 14:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) sukses menggelar Mandaya Awards yang merupakan ajang tahunan untuk memberi apresiasi kepada pihak-pihak berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. 

Tahun ini, Mandaya Awards menghadirkan sembilan kategori penghargaan, meliputi Provinsi, Kota, Kabupaten, Desa, LSM/NGO, Perguruan Tinggi, BUMN/Swasta, Individu, dan Tokoh Lifetime Contribution.

"Mandaya Awards wujud pengakuan negara terhadap kontribusi nyata masyarakat dalam membangun daya dan martabat bangsa," ujar Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sepeti dikutip redaksi, Jumat, 17 Oktober 2025.


Tahun ini, Mandaya Awards mencatat antusiasme tinggi dengan 789 pendaftar dari 26 provinsi, meliputi 28 kota, 60 kabupaten, 44 desa, 11 badan usaha, 52 LSM, 32 perguruan tinggi, 463 individu, dan 79 tokoh dengan kontribusi sepanjang hayat. 

Dari jumlah tersebut, terpilih 50 inisiatif terbaik yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Cak Imin, arah pembangunan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo kini memasuki fase baru. Berdasarkan data BPS 2025, angka kemiskinan nasional masih 8,47%, dengan lebih dari 50% penduduk miskin berada di desa. Selain itu, ketimpangan sosial (Gini Ratio) masih di angka 0,375, sementara 4,85 juta dari 7,28 juta pengangguran merupakan lulusan terdidik.

“Cara cepat menghadapi tantangan tersebut tidak lain adalah dengan pemberdayaan. Kita membutuhkan lebih banyak champion of empowerment, orang-orang yang bergerak karena nurani untuk memberdayakan sesama," kata Cak Imin.

Cak Imin menekankan pentingnya pendekatan “the whole of community” dalam pemberdayaan, yakni kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas lokal. 

“Pemerintah menyiapkan kebijakan yang inklusif; dunia usaha menciptakan nilai tambah melalui kemitraan. Akademisi memberikan inovasi, media menyebarkan inspirasi, dan masyarakat menjadi pelaku utama yang menumbuhkan kemandirian dari dalam,” tuturnya. 

Cak Imin mengapresiasi seluruh penerima penghargaan sebagai agent of change yang telah mengkonversi ide menjadi dampak nyata di lapangan.

Sementara itu, Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Abdul Haris menyebut pemberdayaan masyarakat terus digalakkan, salah satunya dengan transformasi desa dan inovasi kebijakan sebagai fondasi pemberdayaan yang tepat sasaran.

“Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN), seluruh program penanggulangan kemiskinan kini dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Data ini memungkinkan pemerintah memastikan setiap bantuan dan program benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” ujar Prof. Haris.

Mandaya Awards 2025 diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat gerakan pemberdayaan nasional yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan. Meneguhkan semangat Mandaya, dari daya menuju kemajuan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya