Berita

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (Foto: RMOL)

Politik

Pecah Rekor ! 311 Kampus Ramaikan Debat Hukum Pemilu Bawaslu 2025

SELASA, 14 OKTOBER 2025 | 11:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di tahun ini  sukses mencetak rekor baru dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.

Kepala Biro Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu RI, Yusti Erlina, menjelaskan bahwa antusiasme kampus melonjak drastis menjelang penutupan pendaftaran pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

"Kami mencatat sebanyak 311 perguruan tinggi mendaftar dalam 13 hari periode pendaftaran. Angka ini adalah yang tertinggi sejak kompetisi ini pertama kali diadakan pada tahun 2019," ujar Yusri. Ia sempat mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pendaftaran. Namun, dua hari terakhir antusiasme kampus justru meningkat drastic. 


Peningkatan ini sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, jumlah peserta tahun 2022 adalah 201 regu. Angka ini sempat menurun sedikit di 2023 menjadi 176 regu, namun kembali naik di 2024 menjadi 214 regu. Peningkatan ke  311 regu di tahun 2025 menunjukkan lonjakan yang luar biasa.

Yusri menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penting untuk mengembangkan pemikiran hukum pemilu di kalangan mahasiswa.

Setelah melalui verifikasi administratif, dari total 311 regu pendaftar, 287 regu dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sementara 24 regu dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Bawaslu berharap kompetisi ini dapat menghasilkan gagasan hukum baru yang konstruktif, yang nantinya bisa berkontribusi pada upaya Pemerintah dan DPR dalam merevisi Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu.

"Gairah baru dari kampus-kampus di seluruh Indonesia ini membuktikan bahwa kesadaran demokrasi dan kepedulian mahasiswa terhadap isu hukum pemilu tumbuh subur," pungkas Yusri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya