Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Minyak Anjlok Hampir 4 Persen setelah China Diancam Trump

SABTU, 11 OKTOBER 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah dunia turun tajam hampir 4 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Oktober 2025.

Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap China. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran baru soal permintaan energi global di tengah pasar minyak yang sudah kelebihan pasokan.

Reuters melaporkan, harga minyak mentah Brent ditutup di level 62,73 Dolar AS per barel, turun 2,49 Dolar AS atau 3,82 persen, level terendah sejak 5 Mei. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS merosot lebih dalam, turun 2,61 Dolar AS atau 4,24 persen menjadi 58,90 Dolar AS per barel, juga merupakan posisi terendah sejak awal Mei.


“Ini adalah puncak dari berbagai faktor yang menekan harga minyak, dan ancaman tarif baru dari Trump terhadap China hanya memperburuk keadaan,” ujar Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Trump dijadwalkan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam tiga minggu mendatang di Korea Selatan. Namun, ketegangan meningkat setelah China memperluas kontrol ekspor terhadap unsur tanah jarang pada Kamis.

Menanggapi langkah tersebut, Trump menuduh Beijing berusaha “menyandera ekonomi global” dan mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Xi. Ia juga menyebut sedang mempertimbangkan peningkatan tarif besar-besaran terhadap produk-produk asal China.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya