Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan. (Foto: Dokumentasi Lemkapi)

Hukum

Polisi Dengarkan Suara Publik soal Penangguhan Penahanan Figa Lesmana

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 23:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polda Metro Jaya telah mendengarkan suara publik karena menangguhkan penahanan TikTokers Figa Lesmana yang merupakan salah satu tersangka konten provokatif hingga adanya aksi ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025.

"Polda Metro Jaya sangat arif, humanis serta profesional dalam merespons masukan masyarakat. Walau sangat tegas dalam penegakan hukum, tapi penyidik tetap memperhatikan  keadilan berkemanusiaan," kata Edi yang juga  ketua umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi) ini.


Menurut Edi, sesuai aturan penangguhan penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian. Penyidik diberikan kewenangan memberikan penangguhan penahanan kepada tersangka apabila yang bersangkutan tidak mempersulit penyidikan, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti serta tidak mengulangi perbuatannya. 

"Apalagi alasannya demi kemanusiaan," kata Ketua Prodi Magister Ilmi Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, penangguhan Figa Lesmana dilakukan melalui proses kajian hukum yang cermat dan memperhatikan beberapa aspek. Figa pun sudah menghirup udara bebas pada Jumat 3 Oktober 2025.

“Dari sisi kemanusiaan perlu kami sampaikan bahwa penyidik mempertimbangkan yang bersangkutan adalah seorang ibu yang memiliki putra yang masih balita," kata Kapolda Metro kepada wartwan, Kamis 9 Oktober 2025.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya