Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Mentan Manfaatkan 29 Ribu Ton Beras Rusak Jadi Pakan Ternak

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 12:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa sekitar 29 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu tetap dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai pakan ternak. 

Amran menjelaskan, dari total stok beras nasional sebesar 4,2 juta ton, jumlah beras yang mengalami penurunan mutu hanya mencapai sekitar 0,071 persen. 

“Ini menarik 29, katakanlah 30 ribu. Aku tambah seribu. Katakanlah 30 ribu (ton) yang rusak. Dari 4,2 juta ton itu coba dikali 0,30 ribu dibagi 4,2 juta ton itu 0,071 persen,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 10 Oktober 2025.


Menurut Amran, kerusakan pada beras terjadi karena saat ini Indonesia memiliki stok beras yang sangat besar, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika stok terbatas. 

“Dulu tidak ada rusak karena berasnya tidak ada, kurang. Nah sekarang banyak beras sampai sewa gudang 1,2 juta ton. Ini kita mau bangun gudang sekarang,” jelas Amran.

Terkait 29 ton beras yang sudah tidak layak konsumsi, Amran menyatakan bahwa produk tersebut tidak akan dibuang percuma, yakni menjadi pakan ternak.

“Nah 30 ribu ini kita cek. Kalau ini tidak layak, kita gunakan untuk pakan ternak. Itu kan tidak nol, tetap punya harga. Jadi memang sekarang ada rusak 30 ribu, 29 ribu ya,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi ke depan untuk memperbaiki sistem penyimpanan. 

“Bapak Presiden sudah memberi anggaran Rp5 triliun untuk membangun gudang pada Bulog. Nah kemudian beras baru sekarang ini, serapan dalam negeri juga meningkat,” tambahnya.

Amran meminta agar perhatian publik tidak hanya tertuju pada beras yang rusak, tetapi juga pada capaian besar dalam produksi dan pengelolaan stok. 

“Saya ulangi, sekarang ada rusak 0,071 persen. Ini yang disorot. Tolong dong sorot yang 4 juta. Itu tidak mudah kita hasilkan dalam waktu satu tahun. Presiden luar biasa, perintahkan pada kami empat tahun, tiga tahun, baru satu tahun. Dan ini perjuangan petani Indonesia,” tegasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya