Berita

Stasiun MRT Dukuh Atas BNI. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Jadi Simbol Baru Konektivitas Jakarta

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 11:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, segera memiliki ikon baru berupa jembatan penghubung berbentuk cincin donat. Proyek ini digarap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai bagian dari pengembangan kawasan transportasi terintegrasi.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan jembatan ini akan dibangun di atas kawasan Sudirman–Dukuh Atas dengan lebar sekitar 12 meter. Dari total itu, tujuh meter diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pesepeda, sementara lima meter lainnya akan dimanfaatkan sebagai area komersial.

Jembatan melingkar ini dirancang menjadi simpul konektivitas terbesar di Jakarta dengan konsep transit oriented development (TOD). Empat moda transportasi akan terhubung di kawasan ini, yakni MRT, LRT Jabodebek, KCI Commuter Line, dan kereta bandara. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mengurai kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas warga.


Tuhiyat menambahkan, pembangunan jembatan juga akan terkoneksi langsung dengan rencana revitalisasi Stasiun KRL Sudirman. Dengan begitu, mobilitas penumpang akan lebih efisien tanpa perlu turun ke jalan. “Jadi nanti dari Stasiun Sudirman bisa langsung terkoneksi ke jembatan, sehingga masyarakat lebih nyaman berjalan,” ujar Tuhiyat di Jakarta, 9 Oktober 2025.

Proyek jembatan cincin donat ini akan digarap dengan skema kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menambahkan ide pembangunan jembatan ini berawal dari kunjungan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke kawasan Dukuh Atas dan melihat bahwa integrasi antarmoda belum sepenuhnya optimal.

Sebelumnya, kawasan ini sudah memiliki Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang menghubungkan LRT Jabodebek dengan KRL di sisi timur Dukuh Atas. Namun, integrasi penuh empat kuadran besar — area BNI, Landmark, UOB, dan Transport Hub — belum terwujud sepenuhnya. Karena itu, Gubernur meminta agar pengintegrasian dilakukan secara menyeluruh dan ditargetkan rampung pada 2027.

Desain jembatan, sambung Syafrin, dibuat melingkar untuk menyesuaikan dengan karakter kawasan yang simetris, sekaligus menjadi simbol konektivitas modern Jakarta. 

“Kenapa melingkar? Karena memang ini untuk mengintegrasikan empat kuadran. Dan Dukuh Atas ini dia kan simetris. Sehingga bentuk cincin donat tadi itu menjadi ideal,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya