Berita

Pengawasan bersama pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III yang digelar Bawaslu, di Kota Tengerang, Banten. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Temukan Data Keliru di Pemutakhiran Pemilih Tengerang: Bawaslu Semprit KPU

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 16:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan data keliru dari hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kota Tengerang, Banten.

Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah mengatakan, temuan dari hasil pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan kemarin melingkupi kesalahan data.

“Akan kami berikan surat cinta dong buat KPU, memberikan rekomendasi (sebagai teguran)," ujar Liah dalam keterangan tertulisnya, Rabu 8 Oktober 2025.


Dia mengungkapkan, jajarannya menemukan data penduduk meninggal dunia masih tercatat sebagai pemilih. Selain itu, juga terdapat data meninggal dunia yang tertukar.

"Tadi ada temuan bahwa yang pindah masuk itu suaminya, tapi istrinya ternyata sudah meninggal. Nanti kami sampaikan pada KPU agar segera diperbaiki," kata Liah.

Lebih lanjut, Liah memastikan Bawaslu Banten akan mengawal upaya koordinasi yqng dilakukan Bawaslu Tangerang dengan pihak kelurahan dan dinas terkait.

Hal itu, katanya, guna mencocokkan data di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan Sistem Informasi Daftar Pemilih (Sidalih), agar data pemilih dapat lebih akurat.

“Kami masih terus koordinasi dengan pihak kelurahan, benar enggak data di SIAK. Karena ini penting untuk memastikan pemutakhiran data berjalan dengan benar,” demikian Liah.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya