Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Logam Kuning Kian Berkilau di Harga Lebih dari 4.000 Dolar AS

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia melambung akibat meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah situasi penutupan pemerintah (government shutdown) Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung.

Penutupan pemerintah AS memasuki hari ketujuh. Penutupan ini menunda rilis indikator ekonomi utama, memaksa investor untuk mengandalkan data sekunder non-pemerintah untuk mengukur waktu dan tingkat penurunan suku bunga the Fed. Saat ini, investor memperkirakan penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan the Fed bulan ini, dengan pemotongan tambahan sebesar 25 basis poin diantisipasi pada Desember.

Harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,7 persen menjadi 4.004,4 Dolar AS per ons, pada perdagangan Selasa 7 Oktober 2025 waktu setempat. 
Sementara, emas spot naik 0,6 persen menjadi 3.985,82 Dolar AS per ons. 

Sementara, emas spot naik 0,6 persen menjadi 3.985,82 Dolar AS per ons. 

Pasar utama untuk emas spot adalah pasar over-the-counter (OTC) London, yang berfungsi sebagai patokan harga global.

Bank sentral China menambahkan emas ke cadangan devisanya pada September untuk bulan ke-11 berturut-turut, menurut data dari People's Bank of China.

Harga logam lainnya bervariasi. Perak di pasar spot merosot 1,4 persen menjadi 47,86 Dolar AS per ons. Platinum menyusut 0,5 persen menjadi 1.617,41 Dolar AS. Paladium melambung 2,1 persen ke posisi 1.347,52 Dolar AS.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya