Berita

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman di Kantor BKPM, Jakarta. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Impor BBM Buat SPBU Swasta Bakal Longgar pada 2026

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 00:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah membuka peluang untuk memberikan kelonggaran kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta dalam melakukan impor base fuel Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah akan menyiapkan langkah antisipatif agar polemik BBM seperti yang terjadi tahun ini tidak terulang.

“Yang disiapkan ya kita sudah tahu kejadian hari ini ya jangan sampai terjadi lagi. Itu aja,” ujarnya saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.


Mengenai kuota impor tambahan, Laode mengatakan kemungkinan tersebut tetap terbuka, meski keputusan final akan diambil setelah perhitungan matang.

“Kemungkinan selalu ada. Cuma kalau saya ngomong sekarang kan saya salah. Saya kan belum menghitung. Kemungkinannya ada,” katanya.

Untuk tahun ini, Laode meminta SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo tetap diminta membeli pasokan BBM dari Pertamina, sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian ESDM dan Komisi VI DPR RI, serta arahan langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Pertama, sesuai dengan arahan Menteri ESDM dan RDP di DPR, kita untuk tahun 2025 tetap melanjutkan kolaborasi antara swasta dan Pertamina. Untuk tahun 2026, kami akan menghitung kembali pengaturannya seperti apa,” jelas dia.

Lebih lanjut, Laode menilai kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta terjadi karena adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke non-subsidi. Namun, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan neraca komoditas energi nasional.

“Kita sebagai institusi pemerintah juga harus memperhatikan neraca komoditas. Jangan sebentar-sebentar impor. Sudah dikasih 110 persen, impor lagi. Mau nambah lagi, kita bilang tetangga masih punya banyak kuotanya. Jangan sebentar-sebentar impor,” tandasnya.


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya