Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Melambung ke Level Tertinggi Sepanjang Masa

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas di pasar sot New York melambung ke level tertinggi sepanjang masa seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini.

Ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika dan Prancis turut mendongkrak permintaan aset aman, hingga melambungkan harga emas.
 
Di Prancis, Perdana Menteri baru Sebastien Lecornu dan kabinetnya mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah dilantik, membuat krisis politik di negara itu semakin dalam. Sementara, pemerintahan Amerika memasuki hari keenam penutupan, dengan Gedung Putih memperingatkan potensi PHK massal terhadap pegawai federal jika kebuntuan anggaran terus berlanjut.


Emas spot melonjak 1,8 persen menjadi 3.956,19 Dolar AS per ons pada perdagangan Senin 6 Oktober 2025 waktu setenpat, setelah sempat menyentuh level tertinggi 3.969,91 Dolar AS di awal sesi. Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melesat 1,7 persen menjadi 3.976,3 Dolar AS per ons.

Investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan the Fed bulan ini, dan tambahan 25 basis poin lagi pada Desember.

Selain emas, harga perak spot melesat 1,4 persen ke posisi 48,66 Dolar AS per ons, level tertinggi dalam lebih dari 14 tahun. Platinum menguat 1,4 persen menjadi 1.626,75 Dolar AS. Palladium melejit 4,3 persen menjadi 1.315,17 Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya