Berita

Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Ekonom:

Jual Emas Bisa Bantu BI Lakukan Intervensi Pasar

SELASA, 07 OKTOBER 2025 | 00:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) dituding telah menjual cadangan emas sebanyak 11 ton pada Juli 2025. Dengan demikian, langkah BI ini bisa menjadi strategi untuk memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.
  
“Harga emas sedang tinggi, jadi menjual sebagian bisa jadi strategi untuk mendapatkan likuiditas dolar. Itu bisa membantu BI melakukan intervensi di pasar internasional,” ujar ekonom dan analis komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 6 Oktober 2025.

Menurutnya, langkah tersebut juga bisa berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah.


“Kita tahu bahwa setiap hari Sabtu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar internasional. Kemudian di sisi lain pun juga mungkin Bank Indonesia pun juga membutuhkan dana yang cukup besar untuk membantu pemerintah dalam melelang obligasi yang membeli adalah Bank Indonesia,” jelasnya.

“Nah ini yang harus media infokan, bertanya terhadap Bank Indonesia, kenapa menjual logam mulianya sebesar 11 ton tetapi secara diam-diam dan media tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Nah ini yang paling penting,” tambah dia.

Meski demikian, BI sendiri membantah menjual emas. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso memastikan cadangan emas Indonesia tetap aman dan tidak dijual seperti yang ramai diberitakan.

“Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan,” tegasnya kepada media.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada data resmi di laman Bank Indonesia terkait perkembangan cadangan devisa nasional,” tandasnya.

Kabar itu pertama kali muncul melalui laporan World Gold Council (WGC) bertajuk “Central Bank Gold Statistics: Central Bank Gold Buying Rebounds in August” yang dirilis pada 3 Oktober 2025.

Dalam laporan tersebut, Analis Senior EMEA WGC, Krishan Gopaul, menyebut adanya revisi data global setelah Bank Indonesia melaporkan penjualan 11 ton emas pada Juli 2025.

WGC mencatat, sepanjang Agustus 2025, cadangan emas global meningkat bersih sebesar 15 ton, dipicu pembelian dari tujuh bank sentral, yakni Bank Nasional Kazakhstan, Bank Nasional Bulgaria, Bank Sentral Turki, Bank Rakyat China, Bank Sentral Uzbekistan, Bank Nasional Ceko, dan Bank Ghana.

Namun, dua bank sentral tercatat menurunkan cadangan emasnya, yaitu Bank Sentral Rusia dan Bank Indonesia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya