Berita

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang menyiapkan MBG. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Dinkes DKI Kebut Sertifikasi Higiene Dapur MBG

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 15:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dinas Kesehatan (Dikes) DKI Jakarta mengebut proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada peserta didik aman dan memenuhi standar kebersihan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan SPPG, tim MBG, serta Balai Pengawas dan Sertifikasi Produk (BPSP) guna mempercepat proses inspeksi dan sertifikasi. Seluruh proses akan diawasi ketat agar standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.


“Kami akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang secara masif. Setelah itu dilakukan percepatan agar mereka bisa segera menyesuaikan dengan persyaratan SLHS,” ujarnya, Senin, 6 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada SPPG atau dapur MBG di Jakarta yang sepenuhnya mengantongi sertifikat SLHS, namun seluruhnya sedang dalam proses verifikasi dan inspeksi. Ani menargetkan proses sertifikasi bisa rampung dalam dua minggu ke depan, dengan pelatihan tambahan bagi para penanggung jawab SPPG dan penjamah makanan.

“Sekitar 8.000 orang akan kami latih supaya bisa mengelola penyajian dan penanganan makanan dengan lebih baik,” kata Ani.

Ani mengatakan, Jakarta memiliki sekitar 180 SPPG yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Melalui inspeksi ulang ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupaya memastikan seluruh dapur dan fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan lingkungan. 

Langkah ini juga menjadi upaya preventif agar tidak terjadi kasus keracunan makanan seperti yang sebelumnya sempat muncul di beberapa daerah.

Mengenai hasil laboratorium terkait dugaan kasus keracunan MBG di Jakarta, Ani menyebut sebagian besar disebabkan oleh bakteri, bukan unsur kimia. Meski begitu, jumlah siswa yang terdampak tidak besar, sekitar 60 orang dari total 10 lokasi kejadian.

“Kami terus mempelajari penyebabnya, dan fokus kami sekarang adalah memastikan hal seperti ini tidak terulang,” ucapnya.

Ani menambahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendukung penuh program MBG yang digagas pemerintah pusat. Ia menyebut pihaknya siap melakukan pengawasan berkelanjutan setelah sertifikasi selesai.

Diharapkan, upaya percepatan SLHS ini mampu menjamin keberlanjutan program MBG sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pangan di sekolah.

“Kami ingin memastikan makanan yang diterima anak-anak benar-benar bergizi, aman, dan diproduksi di tempat yang laik sehat,” tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya