Berita

Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor alias Gladiator menggelar unjuk rasa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis 2 Oktober 2025 untuk mendesak mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ditangkap. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Jokowi Biang dari Segala Korupsi di Indonesia

MINGGU, 05 OKTOBER 2025 | 00:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejumlah tokoh nasional, aktivis, dan pegiat anti korupsi yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor alias Gladiator tidak rela membiarkan mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi lolos dari kasus-kasus hukum karena kejahatan yang dilakukannya merupakan tindak kejahatan level kedua.

Demikian dikatakan peneliti media politik Buni Yani menanggapi aksi Gladiator menggeruduk Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis 2 Oktober 2025. 

"Gladiator secara khusus menyasar Jokowi. Karena Jokowi adalah biang dari segala korupsi di Indonesia," kata Buni Yani dikutip dari akun Facebook pribadinya, Minggu 5 Oktober 2025.


Buni Yani mengatakan, membiarkan Jokowi lolos dari kasus-kasus hukum karena kejahatan yang dilakukannya merupakan tindak kejahatan level kedua. 

"Itu lebih zalim dari kezaliman biasa. Impunitas terhadap pelaku kejahatan tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja," kata Buni Yani.

Buni Yani berharap Presiden Prabowo Subianto untuk segera menangkap dan mengadili Jokowi. Karena sudah menjelang setahun memerintah tetapi Prabowo tak kunjung menegakkan keadilan.

"Presiden Prabowo agar segera menempuh cara keras dan tegas dalam menangani kejahatan Jokowi," pungkas Buni Yani.



Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya