Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence

Bisnis

Harga Logam Kuning Makin Berkilau

SABTU, 04 OKTOBER 2025 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas menguat karena meningkatnya kekhawatiran atas dampak ekonomi dari penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berkepanjangan serta ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Senat AS akan kembali menggelar pemungutan suara atas dua rancangan yang diajukan Partai Demokrat dan Republik untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang telah memasuki hari ketiga, meski belum ada tanda-tanda salah satu rencana akan disetujui.

Laporan ketenagakerjaan non-pertanian AS yang dijadwalkan rilis Jumat akhirnya tertunda, sehingga investor bergantung pada indikator alternatif yang menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja dan mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.


Harga emas spot naik 0,7 persen menjadi 3.884,19 Dolar AS per ons pada perdagangan Jumat 3 Oktober 2025 waktu setempat, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi 3.896,49 Dolar AS. Sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik lebih dari 1 persen di level 3.908,9 Dolar AS per ons.

Investor memperkirakan peluang 97 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober dan 85 persen kemungkinan pemangkasan serupa pada Desember. 

Emas, yang kerap dijadikan aset lindung nilai di masa ketidakpastian, mendapat keuntungan dalam kondisi suku bunga rendah dan telah naik lebih dari 47 persen sepanjang tahun ini. UBS dalam catatannya memperkirakan harga emas akan menembus 4.200 Dolar AS per ons dalam beberapa bulan ke depan. 

Harga perak spot menguat 2,1 persen ke 47,96 Dolar AS per ons. Platinum melonjak 2,4 persen ke 1.606,29 Dolar AS per ons. Paladium menguat 1,5 persen ke 1.259,41 Dolar AS per ons.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya