Berita

Tanaman Kanola (Foto: Edburg Global)

Bisnis

Australia Curi Peluang Ekspor Kanola ke China

KAMIS, 02 OKTOBER 2025 | 13:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri biji minyak Australia melihat peluang besar untuk kembali mengekspor kanola atau rapeseed ke Tiongkok. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai bahan baku minyak goreng sehat dan pakan ternak.

Ketua Federasi Biji Minyak Australia, Rosemary Richards, mengatakan pasar Tiongkok sebelumnya sangat penting bagi Australia. Namun, ekspor terhenti sejak 2020 karena aturan karantina tanaman.

“Pasar tersebut dulu sangat signifikan. Jika dibuka kembali, perdagangan antara Australia dan Tiongkok kemungkinan akan berjalan lagi,” ujar Richards, dikutip dari Global Times, Kamis 2 Oktober 2025.


Pernyataan ini muncul setelah Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM) pada Agustus lalu mengenakan tuduhan dumping terhadap rapeseed asal Kanada dan memulai penyelidikan anti-dumping yang akan berlangsung hingga 9 Maret 2026.

Padahal pada 2024, Kanada menjadi pemasok utama, dengan kontribusi hingga 96 persen dari total impor rapeseed Tiongkok, yakni 6,39 juta ton senilai 3,44 miliar Dolar AS.

Mengingat situasi tersebut, peluang Australia semakin terbuka. Reuters melaporkan pada Agustus lalu bahwa sebuah perusahaan Tiongkok sudah memesan sekitar 50.000 ton rapeseed dari Australia, pembelian pertama dalam lima tahun terakhir.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya