Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ketidakpastian Rencana Belanja Pemerintah jadi Penyebab Anjloknya Rupiah

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan manajemen investasi publik, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, mencermati berlanjutnya pelemahan Rupiah dengan cepat pada pekan kemarin. Ashmore mengatakan, ketidakpastian terkait rencana belanja pemerintah menjadi salah satu penyebabnya. 

"Pelemahan ini sebagian dipicu oleh kuatnya data ekonomi AS yang mendorong DXY naik ke 98,5 dari titik terendah bulan ini di 96,6, serta kekhawatiran investor global terkait perubahan kebijakan domestik seperti defisit fiskal yang melebar," sebut Ashmore, dalam Weekly Comentary, yang dikutip Senin 29 September 2025. 

Pada penutupan pasar, Jumat 26 September 2025, Rupiah berada di sekitar Rp16.700, masih di bawah level tertinggi tahun ini di Rp16.870 pada April 2025.


Selain itu, Ashmore menggarisbawahi bahwa pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (lebih cepat dari ekspektasi pemangkasan The Fed) juga memberi tekanan pada Rupiah, meski BI menegaskan komitmennya menjaga stabilitas mata uang melalui intervensi di pasar domestik maupun  offshore . 

Secara keseluruhan, Rupiah melemah sejak bulan lalu meski intervensi BI menjaga stabilitasnya. 

"Fokus BI tampaknya lebih condong pada pertumbuhan domestik, memberi ruang bagi Rupiah, namun tetap melakukan intervensi aktif untuk menekan lonjakan volatilitas," papar Ashmore.

Salah satu berita utama yang memengaruhi Rupiah adalah proyeksi defisit fiskal 2026 yang melebar dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen, meski masih di bawah batas 3 persen. Pasar kini mencermati rencana belanja pemerintah, khususnya dari sisi transparansi dan apakah belanja diarahkan pada inisiatif produktif.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya