Berita

Komaruddin Hidayat (kiri), Lies Marcoes Natsir (kanan) dan Mila Muzakkar (tengah) sebagai moderator saat acara Studium Generale dan Pembukaan Resmi Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1. (Foto: Dokukemntasi Tim Sekolah Mazhab Ciputat)

Nusantara

Menyalakan Api Intelektual Mazhab Ciputat Lewat Sekolah

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 02:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1 resmi dibuka di ruang pertemuan Roemah Nena Resto, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Jumat, 26 September 2025.

Direktur Sekolah Mazhab Ciputat Zezen Zaenal Mutaqin menekankan bahwa sekolah ini turut menandai keberanian untuk menafsir ulang khazanah Islam secara kreatif, membuka diri terhadap ilmu pengetahuan modern, serta merespons tantangan sosial, politik, dan kebangsaan Indonesia. 

Zazen berharap dari sini muncul generasi pemikir, aktivis, dan akademisi yang berperan penting dalam memperkaya wacana Islam, demokrasi, dan kemanusiaan di Indonesia.
 

 
"Karena itu Mazhab Ciputat bukan sekadar sebutan geografis, melainkan sebuah simbol tradisi berpikir kritis, dialogis, dan progresif yang berakar pada pergulatan intelektual," kata Zezen dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 28 September 2025.
 
Lanjut dia, kini Mazhab Ciputat dihidupkan kembali sebagai sebuah wadah yang mengusung api intelektual yakni api yang menyalakan keberanian berpikir kritis, keberpihakan pada keadilan sosial, dan keterbukaan terhadap dialog lintas tradisi. 
 
"Melalui riset, publikasi, diskusi, dan kerja-kerja intelektual lainnya, Mazhab Ciputat berkomitmen untuk terus menghadirkan Islam yang relevan dengan zaman, sekaligus meneguhkan peran intelektual dalam membangun peradaban Indonesia yang inklusif, adil, dan berkeadaban," tandas Ketua Program Studi Magister Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) ini.

Dua intelektual muslim yang lahir dari "rahim" Mazhab Ciputat tampil sebagai narasumber studium generale, yakni Ketua Dewan Pers sekaligus Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2006–2015 Komaruddin Hidayat dan tokoh feminis sekaligus mantan Direktur Eksekutif Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) Lies Marcoes Natsir. Studium generale berlangsung interaktif berbasis intelektual antara dua narasumber dengan para peserta.
  
Komaruddin Hidayat menyambut baik pembentukan Sekolah Mazhab Ciputat dan pembukaan resmi empat sekolah pada Sekolah Mazhab Ciputat angkatan 1. 

Bagi dia, keberadaan Sekolah Mazhab Ciputat merupakan upaya dan tindakan konkret untuk membangun tradisi intelektual Mazhab Ciputat yang inklusif bagi semua kalangan dan golongan. 

Dalam rentang keberadaan Mazhab Ciputat, kata Komaruddin, ada banyak tokoh dan intelektual yang muncul dan mewarnai khazanah keilmuan dan intelektualitas di Indonesia.
 
"Saat ini, kita perlu menegaskan kembali dan memperteguh gagasan keindonesiaan, keislaman, dan kemanusiaan. Saya mengharapkan, keberadaan Sekolah Mazhab Ciputat dapat tetap membangun tradisi intelektual berdasarkan keindonesiaan, keislaman, dan kemanusiaan," ujar Komaruddin.
 
Ia menekankan, tradisi intelektual Ciputat atau Mazhab Ciputat harus berakar pada pemikiran dengan membaca berbagai karya, dialog/diskusi, dan tulisan. 

Menurut Komaruddin, program-program utama Sekolah Mazhab Ciputat yang saat ini ada berupa empat sekolah, roundtable series, dan klub kajian buku (KKB). 

Lanjut dia, karya tulisan bagi para peserta Sekolah Mazhab Ciputat menjadi muara penting yang harus pula mendapatkan porsi lebih. Bagi Komaruddin, Sekolah Mazhab Ciputat pun seyogianya menekan etos cinta ilmu. 
 
"Etos cinta ilmu sangat penting, nafasnya cinta ilmu. Ilmu itu harus mengalir. Ketika membaca buku, anda harus mengeluarkannya dengan menulis dan diskusi karena diskusi lebih tertata dan lebih bertanggung jawab. Ibarat air di keran, air akan mengalir ketika keran itu dibuka. Kapan ilmu itu mengalir? Ketika anda menulis atau mengajar atau diskusi," ucap Komaruddin.
 
Lies Marcoes Natsir mengungkapkan upaya menghidupkan kembali warisan dan tradisi intelektual Mazhab Ciputat memang harus dilakukan secara berkesinambungan, dari generasi sebelumnya hingga generasi saat ini. 

Lies sependapat dengan Komaruddin bahwa tradisi intelektual Mazhab Ciputat berpijak pada cinta pada ilmu dan pemikiran yang inklusif dari berbagai karya intelektual, terbuka dan membuka ruang dialog/diskusi, dan menuangkannya dalam bentuk karya tulis. 

Menurutnya, para tokoh dan intelektual Mazhab Ciputat terkenal dengan gagasan dan karya yang menginspirasi berbagai kalangan serta berbuat untuk kepentingan masyarakat luas sesuai dengan bidang masing-masing.
 
"Fondasi dari Mazhab Ciputat adalah berani berpendapat, berani berpikir, tidak takut mempertanyakan mazhab atau cara pandang ketika berdiskusi atau menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Fondasi inilah yang membentuk seseorang dari Ciputat, termasuk saya yang lahir dari rahim Mazhab Ciputat," ungkap Lies.
 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya