Berita

Ilustrasi (Foto: AFP)

Dunia

Selandia Baru Dikritik Karena Tak Akui Palestina

MINGGU, 28 SEPTEMBER 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan Selandia Baru untuk tidak mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum PBB ke-80 memicu kemarahan dan kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk politisi senior dan masyarakat luas. 

Mantan Perdana Menteri Helen Clark pada Minggu, 28 September 2025 menyebut keputusan itu sebagai "Hari Memalukan" bagi negaranya. 

Ia mengungkapkan rasa kecewanya melalui media sosial X, dengan menyatakan bahwa Selandia Baru telah gagal berdiri bersama negara-negara yang biasanya sejalan dalam hal nilai kemanusiaan.


Menteri Luar Negeri Winston Peters mengumumkan keputusan ini dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB pada Sabtu, 27 September 2025.

Ia mengatakan bahwa Selandia Baru belum siap untuk mengakui Palestina karena pengakuan itu hanya akan diberikan satu kali, dan sebaiknya dilakukan ketika ada peluang lebih besar untuk terciptanya perdamaian. Menurutnya, sekarang bukan waktu yang tepat.

Pernyataan Peters tidak hanya menuai kritik dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri. Chloe Swarbrick, pemimpin bersama Partai Hijau, menyampaikan kekecewaannya melalui video di Facebook. 

Ia mengatakan banyak warga Selandia Baru marah dengan sikap pemerintah yang dinilai tidak adil dan tidak berpihak pada kemanusiaan.

Swarbrick juga menyoroti bahwa pemerintah hanya mengakui Israel, sementara negara itu disebut telah melakukan kekerasan besar-besaran terhadap warga Palestina. 

"Kamu tidak bisa mengaku mendukung solusi dua negara kalau kamu hanya mengakui satu negara, yang sedang melakukan genosida," ujarnya tegas, seperti dimuat Anadolu Ajansi.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 65.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza. Kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak. Serangan udara dan darat yang terus berlangsung telah membuat Gaza hancur, dan banyak warganya hidup dalam kelaparan serta penyakit.

Banyak negara sahabat Selandia Baru, termasuk Irlandia, Spanyol, dan Norwegia, telah mengakui Palestina sebagai langkah untuk mendukung perdamaian.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya