Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Eddy Soeparno: Bukan Lagi Perubahan, tapi Sudah Krisis Iklim

SABTU, 27 SEPTEMBER 2025 | 16:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno melanjutkan rangkaian agenda MPR Goes to Campus. Kali ini Eddy menjadi pembicara di kampus ke 34 dalam MPR Goes to Campus yakni Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah.

Dalam materinya, Eddy menegaskan bahwa situasi saat ini tidak lagi tepat disebut sebagai perubahan iklim, namun lebih tepat bahwa yang saat ini dihadapi adalah ancaman krisis iklim. 

"Krisis iklim berada satu tingkat di atas perubahan iklim, dan satu langkah sebelum kondisi bencana iklim," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 september 2025.


Saat ini, kata dia, dampak ekstrem seperti kekeringan panjang, banjir bandang, polusi udara, dan kenaikan suhu rata-rata telah nyata dirasakan. 

Menghadapi situasi ini, Wakil Ketua Umum PAN ini menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan undang-undang pro lingkungan untuk mencegah meluasnya dampak krisis iklim. 

"Fraksi PAN DPR RI merupakan inisiator dari RUU Pengelolaan Perubahan Iklim (RUU PPI) yang saat ini terus kami perjuangkan menjadi UU. Alhamdulillah pada Rapat Paripurna 23 September 2025 lalu RUU PPI sudah disepakati menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas untuk 2026 mendatang,” kata Eddy. 

Selain RUU PPI, Eddy juga menyampaikan bahwa saat ini terus memperjuangkan pengesahan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) di Komisi XII DPR. Pengesahan RUU EBET akan menjadi produk hukum yang penting untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan. 

“Dengan potensi energi terbarukan di Indonesia yang mencapai 3600 gigawatt (GW) maka dukungan regulasi, investasi, dan teknologi harus dipercepat,” jelasnya.

Anggota DPR Komisi XII yang membidangi energi dan lingkungan hidup ini menekankan pentingnya peran kampus dan generasi muda dalam mendorong riset energi bersih serta gaya hidup ramah lingkungan.

“Unimus dan kampus lain bisa menjadi laboratorium energi bersih. Generasi muda harus mengambil peran strategis karena dampak krisis iklim paling berat akan dirasakan oleh kalian,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya