Berita

Peserta didik menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto: BGN)

Politik

Diduga Ada Sabotase untuk Gagalkan MBG

SABTU, 27 SEPTEMBER 2025 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tragedi keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dianggap bukan kejadian kebetulan, tetapi diduga ada yang sengaja medesain untuk menggagalkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

Pengamat Citra Institute Efriza mengatakan  kasus keracunan yang menimpa ribuan anak penerima manfaat MBG harus ditelusuri penyebabnya. 

"Evaluasi penting dilakukan, agar juga bisa memproses berbagai isu yang terjadi seperti pernyataan adanya upaya sabotase untuk menggagalkan MBG," ujar Efriza saat dihubungi RMOL di Jakarta, Sabtu, 27 September 2025.


Di sisi yang lain, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memerhatikan fakta di lapangan, yang menunjukkan adanya standardisasi MBG yang bermasalah.

"MBG dipercaya bukannya disabotase, tetapi memang faktanya karut-marut, sehingga desakan untuk menghentikan program ini sangat tinggi," tutur Efriza.

Kendati begitu, dia mendorong agar Presiden Prabowo beserta jajaran pemerintah terkait mengevaluasi total pelaksanaan MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Karena kalau tidak ini akan menjadi noda catatan buruk janji program Pemerintahan Prabowo-Gibran," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya