Berita

Ilustrasi. (Foto: Jawapos.com)

Publika

Sistem Ekopol Pancasila

SABTU, 27 SEPTEMBER 2025 | 02:36 WIB

MEMBANGUN sistem ekopol (ekonomi politik) adalah menyiapkan masa depan. Melupakannya, adalah melupakan masa depan. 80 tahun sudah kita alpa pada "keharusan pembangunan sistem sendiri." Akibatnya, cita-cita kita membangun negara tidak sampai, bahkan menjauh. Janji proklamasi masih tak terengkuh. Sumpah nujum kita tidak terpeluk, justru makin busuk.

Padahal, kehadiran sistem ekopol Indonesia akan memastikan tak ada satu lubangpun memberi para penjahat dan pengkhianat (lokal maupun internasional) jalan untuk berpesta, merampok, menjajah dan KKN. Tak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk menjarah.

Sebaliknya, sistem itu akan membuat mereka kehabisan waktu, sia-sia bekerja memperdaya, sekarat dan menyesal hidup di negeri ini. Sistem ini akan menikam mati semua potensi kejahatan sistemik yang telah lama tertradisi di kita.


Bagaimana caranya? Sistem ekopol ini harus berbasis Pancasila dan konstitusi asli. Ia hadir untuk bekerja "novus ordo seclorum" yang meniupkan semangat perubahan dan kelahiran kembali Nusantara dan Indonesia sebagai negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, makmur dan sentosa sepanjang hayat. Semangat yang merujuk pada sejarah baru setelah kemerdekaan kemarin dirampok kembali oleh para bandit peliharaan oligarki global.

Sistem ini bekerja dengan metoda hibridisasi: kejeniusan mengumpulkan, mengolah ulang, membuat baru, semua kelebihan di tiap zaman. Sistem ini berpedoman pada kaidah "al-muhafadzah ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah." 

Yaitu semangat memelihara warisan lama yang masih baik dan mengambil/menciptakan hal baru yang lebih baik. Ini prinsip ketersaling sambungan untuk tetap menjaga nilai-nilai dan tradisi/iptek masa lalu yang bermanfaat sambil terbuka untuk mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik dan sesuai perkembangan zaman.

Karenanya, kita harus segera sadar bahwa sistem ekopol sendiri itu dihadirkan dengan: 1) Sesuai kebutuhan jati diri sehingga efisien dan efektif. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya (SDM dan SDA), mengurangi pemborosan, dan meningkatkan produktivitas;

2) Sesuai kemampuan dan mentalitas sehingga akurat. Sistem ini mengurangi kesalahan kita sambil meningkatkan ketepatan dalam pengambilan keputusan dan penerapannya; 3) Sesuai keadaan lingkungan sehingga terintegrasi. Sistem ini menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan. Juga menghubungkan berbagai komponen atau subsistem, sehingga memungkinkan komunikasi dan membuat aliran data, dana dan solusi jadi lancar;

4)Sesuai iptek yang kita punya sehingga skalabilitas. Sistem ini menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan atau pertumbuhan, baik dalam hal kapasitas maupun fungsionalitas; 5)Sesuai dengan kesehatan jasmani dan rohani sehingga aman. Sistem ini memiliki konfigurasi keamanan yang kuat untuk melindungi kekayaan, data dan informasi dari ancaman eksternal ataupun internal;

6) Sesuai dengan situasi kekinian dan kemodernan sehingga mudah penggunaan. Sistem ini user-friendly sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikan dan memanfaatkan mesin dan polanya tanpa memerlukan pelatihan yang rumit; 7) Sesuai kantong kapital sehingga fleksibel. Sistem ini beradaptasi dengan perubahan lingkungan atau kebutuhan pengguna tanpa perlu perubahan besar;

8) Sesuai dengan nalar sehingga muncul dukungan analisis. Sistem ini menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk analisis dan pengambilan keputusan yang lebih baik; 9) Sesuai dengan tantangan kekinian sehingga pemeliharaannya mudah. Sistem ini dirancang untuk dipelihara dan diupdate secara mudah agar mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk perawatan;

10) Sesuai dengan konstruksi warisan sehingga punya mental peningkatan kualitas. Sistem ini harus meningkatkan kualitas layanan atau produk dengan memastikan standar yang konsisten serta memenuhi kebutuhan pengguna.

Dengan sepuluh kelebihan itu maka sistem ekopol kita hadir untuk: 1) Memastikan pemerataan ekonomi-politik; 2) Memastikan terhapusnya kemiskinan dan kesenjangan; 3) Memastikan kemampuan daya beli daya dan daya bayar seluruh warga-negara; 4) Merestrukturalisasi aset strategis nasional; 5)Mentradisikan pendaulatan ekonomi negara di tingkat dunia.

Lalu, apa dampaknya bagi kita? Tentu saja, 1)Kekayaan dan kesejahteraan menjadi merata; 2) Kesehatan tertradisi di seluruh warga-negara; 3)Kejeniusan ekonomi-politik menjadi kenyataan; 4)Kecemerlangan masa depan menjadi milik bersama; 5)Indonesia menjadi pemimpin peradaban dunia.

Apa poin penting sistem ekopol kita nanti? Adalah terciptanya keadilan ekonomi; terhadirkannya kesentosaan warga negara; tingginya martabat warga negara di dunia; hadirnya agensi Pancasila di seluruh dunia; kondisi adaptif dan stabil dalam ekonomi politik sepanjang hayat.

Yudhie Haryono  
Teoritikus Nusantara Studies


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya