Berita

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR, Budisatrio Djiwandono. (Foto: Dok. Fraksi Gerindra)

Politik

Prabowo Pidato di PBB

Fraksi Gerindra: Solusi Dua Negara Langkah Realistis untuk Palestina

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2025 | 09:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengakuan dunia kepada Indonesia semakin nyata ketika Presiden Prabowo Subianto mampu memukau peserta Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR, Budisatrio Djiwandono, mengungkapkan rasa bangga serta dukungan penuh atas langkah diplomasi bersejarah Presiden Prabowo tersebut.

“Ini merupakan kebanggan kita semua sebagai sebuah bangsa, di mana setelah lebih dari 10 tahun absen, Presiden Prabowo mendapatkan kehormatan untuk berpidato di urutan ketiga, setelah Brasil dan AS,” kata Budi kepada wartawan, Jumat 26 September 2025.


Menurutnya, pidato Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan Indonesia yang siap memperkuat peran PBB, serta berdiri di garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. 

Kesiapan tersebut tercermin dari komitmen konkret yang ditawarkan oleh Presiden Prabowo untuk mengirimkan 20.000 atau lebih, pasukan perdamaian ke seluruh penjuru dunia, jika diminta dan dibutuhkan oleh PBB. 

Selain itu, sambungnya, Presiden Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi finansial bagi misi-misi perdamaian PBB.

Ia menambahkan, diplomasi Indonesia harus diarahkan untuk memperkuat kerangka multilateralisme yang dilandaskan prinsip saling menghormati, serta sejalan dengan semangat yang dirumuskan oleh Piagam PBB untuk menciptakan perdamaian, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan.

“Seperti kekejaman yang masih sampai hari ini dirasakan oleh rakyat Palestina yang harus segera diakhiri. Indonesia mendukung penuh Solusi Dua Negara sebagai langkah yang paling realistis untuk mewujudkan perdamaian abadi untuk Palestina,” pungkasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya