Berita

Aksi demonstrasi di Prancis, Kamis 18 September 2025 (Foto: Reuters)

Dunia

Serikat Pekerja Prancis Umumkan Mogok Nasional 2 Oktober

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2025 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serikat pekerja di Prancis mengumumkan akan kembali menggelar mogok massal pada 2 Oktober 2025. Aksi ini menjadi lanjutan dari demonstrasi besar yang berlangsung pada 18 September lalu dan diikuti ratusan ribu orang.

Para pemimpin serikat pekerja baru saja bertemu dengan Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada Rabu, namun mereka mengaku kecewa dengan hasilnya. 

"Perdana menteri tidak memberikan jawaban yang jelas atas tuntutan para pekerja, jadi bagi serikat pekerja ini adalah kesempatan yang hilang. Tidak masuk akal," kata Marylise Leon, ketua serikat terbesar CFDT, dikutip dari AFP, Kamis 25 September 2025.


Ketua serikat CGT, Sophie Binet, menegaskan aksi berikutnya akan lebih besar. 

"Ada banyak peserta pada 18 September, dan kita perlu meningkatkannya lagi pada 2 Oktober," ujarnya, menyebut pertemuan dengan Lecornu sebagai kesempatan yang terlewatkan karena tak ada komitmen jelas dari pemerintah.

Sejak diangkat dua minggu lalu, Lecornu jarang tampil di depan publik. Ia lebih banyak melakukan pertemuan tertutup dengan pemimpin partai dan serikat pekerja untuk mencari dukungan. Namun langkah ini dinilai belum cukup meredakan ketegangan.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron kini berada di bawah tekanan ganda. Dari satu sisi, protes massa dan partai sayap kiri yang menolak pemangkasan anggaran, dan dari sisi lain, investor yang khawatir dengan defisit negara.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya