Berita

Ketua Advokasi Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia, Tunjung Budi Utomo. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Petani Butuh Kehadiran Negara Tuntaskan Sejumlah Masalah

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 21:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia menyoroti dua persoalan besar yang masih dihadapi sektor pertanian nasional, yakni alih fungsi lahan dan lemahnya pembaruan data pertanian. Keduanya dinilai berpengaruh langsung pada kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Advokasi Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia, Tunjung Budi Utomo dalam memperingati momentum Hari Tani Nasional 2025.

"Kami petani membutuhkan kehadiran negara dalam bentuk kebijakan nyata, masih banyak PR yang dituntaskan segera terutama makin derasnya alih fungsi lahan pertanian yang semakin menggerus lahan mata pencaharian petani," kata Tunjung Budi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 24 September 2025.


Ia pun menyebut, berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2021 mencatat dari 7,46 juta hektare sawah nasional, sekitar 659 ribu hektare sudah dialihfungsikan. 

"Dari jumlah lahan tersebut, 179.539 hektare berubah menjadi lahan terbangun seperti perumahan, sedangkan 479.661 hektare menjadi perkebunan. Jika tidak ada pengendalian ketat, masa depan pangan kita akan terancam,” ujar Tunjung. 

Kondisi penyusutan lahan sawah juga tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2024, luas panen padi nasional tercatat 10,05 juta hektare, turun 1,64 persen dibandingkan 2023. 

"Lihat saja kondisi di Jawa Barat, sebagai lumbung padi utama nasional, luas panen pada 2024 hanya 1,48 juta hektare, atau menurun 108 ribu hektare dibanding tahun sebelumnya, kondisi ini bisa kita lihat langsung di lapangan begitu masifnya pembangunan perumahan di lahan-lahan pertanian produktif," tegasnya. 

Tunjung menilai, perlindungan lahan harus berjalan beriringan dengan pembaruan data pertanian. 

"Data yang valid akan menjadi basis perencanaan pembangunan, pemetaan lahan, dan distribusi program pemerintah, mulai dari pupuk bersubsidi, bibit unggul, bantuan alat mesin pertanian, hingga skema kredit murah bagi petani," ungkapnya. 

Menurut dia, selama data masih tumpang tindih, subsidi akan rawan salah sasaran. 

"Padahal ini menyangkut keberlangsungan hidup jutaan petani kecil,” tegasnya lagi.

Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memperkuat kebijakan perlindungan lahan sekaligus mempercepat pembaruan database pertanian yang lebih modern dan terintegrasi. 

“Negara tidak boleh abai. Perlindungan lahan dan data yang akurat adalah syarat utama agar kebijakan subsidi maupun program pemberdayaan benar-benar dirasakan petani. Dengan begitu, petani sejahtera dan kedaulatan pangan bisa tercapai,” pungkas Tunjung.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya