Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Instagram@Jokowi)

Politik

Saatnya Jokowi Menepi, Jangan Haus Kekuasaan!

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 11:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Permintaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada relawannya untuk mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dua periode, seolah menunjukkan sikap haus kekuasaan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago,  mengatakan, Jokowi dulu  pernah bilang akan menjadi rakyat biasa yang tinggal di Kota Solo, Jawa Tengah, setelah purna tugas sebagai Presiden RI. 

“Saat pensiun menepi dan menjadi penonton? Entah sampai kapan ini selesai, dan gak mau selesai-selesai nampaknya, saatnya berhenti dan menepi sebagai mantan presiden 2 periode,” tegas Pangi Syarwi Chaniago kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 24 September 2025. 


Pangi mengaku tak habis pikir jika Jokowi tidak mengikuti jejak para pendahulunya. Ia mencontohkan, Presiden pertama RI, Ir Soekarno memilih jalan sunyi dan negarawan. Presiden ke-2 RI Soeharto setelah didesak rakyat, merasa tahu diri, mundur dan tidak cawe-cawe terhadap Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Bahkan, BJ Habibie secara legowo dan enggan mencalonkan diri lagi menjadi capres usai laporan pertanggungjawabannya ditolak MPR ketika itu. 

Kemudian, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selesai dan berakhir dengan legowo. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri presiden incumbent yang kalah pemilu tapi berjiwa besar menerimanya. 

“(Presiden ke-6 RI) SBY selesai dan berhenti menjadi presiden tanpa cawe-cawe pemilu, tanpa mempersiapkan anaknya jadi capres-cawapres. Tapi komen sendiri Pak Jokowi, setelah 10 tahun kerusakan apa yang terjadi?” tegas Pangi.

Atas dasar itu, Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berpandangan bahwa Jokowi terkesan masih mengintervensi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang belum genap satu tahun berjalan. 

“Sangat disayangkan, harusnya level beliau (Jokowi) sudah saatnya menjadi negarawan, namun kembali menjadi politisi yang terkesan haus kekuasaan,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya