Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Dunia

Kebijakan Transisi Energi jadi Penyebab Pelemahan Ekonomi Dunia

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penurunan ekonomi dunia, khususnya di sektor manufaktur, merupakan imbas dari kampanye energi hijau yang digembar-gemborkan selama ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, kebijakan transisi energi yang digaungkan oleh Eropa menjadi biang keladi pelemahan ekonomi dunia. 

“Mereka pergi ke energi hijau dan hampir bangkrut. Pemerintahan baru masuk dan mereka kembali ke batu bara dan nuklir, yang sekarang aman dan bisa dilakukan dengan benar. Semua hijau berarti semua bangkrut,” kata Trump dalam Sidang Umum PBB, Selasa 23 September 2025, merujuk pada Jerman sebagai contoh negara yang sempat beralih penuh ke energi hijau namun akhirnya kembali mengandalkan batu bara dan nuklir.


Ia mengklaim konsep jejak karbon yang menjadi dasar kebijakan hijau global merupakan “tipuan” yang diciptakan pihak tertentu. Ia menyinggung Eropa telah mengurangi jejak karbon sebesar 37 persen dengan biaya besar hingga banyaknya penutupan pabrik dan tergerusnya lapangan pekerjaan.

Menurutnya, kebijakan hijau brutal tidak membantu lingkungan, tetapi justru memindahkan manufaktur dan industri dari negara maju ke negara pencemar yang melanggar aturan. 

Trump secara konsisten menolak dan mengkritik proyek energi terbarukan. Berulang kali ia menyatakan bahwa kampanye energi hijau dan transisi energi menjadi penyebab penurunan ekonomi dunia serta kenaikan harga listrik.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya