Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB di New York, AS, Selasa, 23 September 2025 (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Tawarkan 20.000 Prajurit untuk Jaga Perdamaian Gaza hingga Ukraina

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 23:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen besar Indonesia terhadap perdamaian dunia dalam debut pidatonya di Sidang Umum PBB, New York, Selasa, 23 September 2025. 

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa dunia tidak boleh menutup mata terhadap ketidakadilan yang dialami bangsa Palestina. 

“Dan hari ini kita tidak boleh diam sementara rakyat Palestina dirampas keadilan dan legitimasi yang sama di Aula ini,” ujarnya.


Mengutip pemikiran filsuf Yunani kuno Thucydides, ia mengingatkan bahwa kekuasaan tidak boleh menjadi tolok ukur kebenaran. 

“PBB hadir untuk menolak doktrin ini. Kita harus membela semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Yang benar tidak bisa menjadi benar. Yang benar harus menjadi benar,” tegasnya.

Prabowo menyoroti kontribusi panjang Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB. Ia kemudian menawarkan pengerahan 20.000 personel RI jika diperlukan ke wilayah konflik seperti Gaza hingga Ukraina.

“Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis Agung ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain, di Ukraina, di Sudan, di Libya, di mana pun perdamaian perlu ditegakkan, perdamaian perlu dijaga, kami siap,” ungkapnya.

Tak hanya mengirim pasukan, Indonesia juga berkomitmen membantu secara finansial guna memperkuat upaya PBB dalam menjaga stabilitas global. 

“Kami akan menanggung beban ini, tidak hanya dengan putra-putri kami. Kami juga bersedia berkontribusi secara finansial untuk mendukung misi besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencapai perdamaian,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya