Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya, Menlu Sugiono dan Presiden RI Prabowo Subianto di KTT Two State Solution PBB pada Senin waktu setempat, 22 September 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo: Negara Pengaku Palestina Ada di Jalan Sejarah yang Benar

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 16:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara-negara yang memutuskan untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina telah berada di jalan yang benar dalam sejarah. 

Hal itu disampaikan dalam pidatonya di KTT Two-State Solution yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin waktu setempat, 22 September 2025. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dalam konferensi pers menyampaikan bahwa Indonesia memberikan apresiasi khusus kepada negara-negara yang telah berani mengambil langkah pengakuan terhadap Palestina.


Dikatakan Menlu, Presiden menegaskan bahwa keputusan negara-negara besar seperti Prancis, Inggris, Kanada, Portugal, dan Australia untuk mengakui Palestina menunjukkan bahwa mereka berada di jalan yang benar dalam sejarah.

“Tadi disebutkan beberapa di antaranya United Kingdom, Australia, Portugal, Kanada, dan Prancis. Kemudian bahwa beliau menyampaikan negara-negara yang menyampaikan pengakuannya merupakan negara-negara yang berada di jalan yang benar dalam sejarah,” ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, pengakuan tersebut lahir dari kesadaran kemanusiaan atas penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Ia menekankan bahwa persoalan Palestina bukan semata-mata isu politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menyentuh nurani dunia.

“Karena apa yang terjadi di Palestina dan di Gaza pada khususnya adalah sesuatu yang mengugah rasa kemanusiaan kita di manapun berada. Ini bukan semata-mata masalah politik, tetapi juga masalah kemanusiaan yang sangat mendasar,” tegasnya.

Sugiono menambahkan, pengakuan dari sejumlah negara merupakan langkah nyata yang menandai keseriusan komunitas internasional dalam mendukung tercapainya perdamaian.

“Karena itu pengakuan dari negara-negara tersebut merupakan langkah yang benar di mata sejarah. Kita berharap dari pengakuan ini akan lahir langkah konkret yang mengarah pada tercapainya solusi dua negara,” tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya