Berita

Direktur Geopolitik GREAT Institut, Teguh Santosa. (Foto: Youtube GREAT Institut)

Politik

Teguh Santosa:

Indonesia Terdepan Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 03:51 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kemerdekaan Palestina menjadi hal yang harus terus diperjuangkan secara bersama oleh seluruh bangsa, terutama Indonesia.

Berbagai perubahan sikap negara Eropa terhadap kekejaman yang dialami bangsa Palestina atas kekejaman bangsa Israel menjadi sinyal positif untuk menuju terwujudnya kemerdekaan itu.

Hal ini disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institut, Teguh Santosa dalam perbincangan terkait jalan menuju penyelesaian konflik Israel-Palestina pada channel Youtube GREAT Institut dilihat redaksi, Senin 22 September 2025.


“Banyak negara Barat yang selama ini nyaris tidak menilai kekejian itu ada, kini semakin terbuka matanya karena ekspose pemberitaan yang luar biasa,” kata Teguh dikutip dari RMOLSumut.

Perubahan sikap negara-negara di Eropa dalam melihat konflik Israel-Palestina juga menambah deretan kecaman terhadap kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina. Sebab, kelompok-kelompok konservatif Israel sendiri juga sangat keberatan dengan kebijakan PM Israel Benyamin Netanyahu terkait sikap Israel terhadap Palestina.

“Di dalam Israel juga ada kelompok yang tidak suka dengan pendekatan Netanyahu, kelompok oposisinya bahkan juga mendesak adanya solusi dua negara. Termasuk warga sipilnya yang kemarin ketika bertikai dengan Iran harus merasakan penderitaan, mereka mengungsi dan lain sebagainya,” kata Teguh.

Peran Indonesia sendiri, menurut Teguh, sangat besar dalam mendorong adanya solusi dua negara untuk mengakhiri konflik bersenjata Israel-Palestina. Peran itu dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto yang terus melobi Prancis pada Mei 2025 lalu untuk penyelesaian konflik tersebut.

“Jadi kalau kita lihat Prancis dengan berani menyuarakan solusi dua negara dan menjatuhkan bantuan, maka itu karena adanya peran Indonesia,” kata Teguh.

Sejauh ini, kata Teguh, jalan menuju penyelesaian lewat skema solusi dua negara sudah semakin positif. Selain karena perubahan sikap negara Eropa terutama Prancis dan Inggris, hal ini juga dikarenakan dorongan yang terus menerus dari bangsa-bangsa di benua lain, seperti Australia dan Amerika Latin yang juga mulai menyuarakan penyelesaian konflik tersebut.

Peran Indonesia sendiri sangat luar biasa dimana Presiden Prabowo Subianto bahkan sudah berkeliling ke Benua Australia dan mengunjungi Raja Charles dengan tetap menggaungkan penyelesaian konflik Israel-Palestina.

“Peran Indonesia sangat luar biasa. Kita bisa lihat bahwa Palestina tidak pernah lepas sedetik pun dari isu internasional kita," kata Teguh.

'Bantuan civil society kita jangan tanya lagi. Nanti bila situasi sudah menuju dekonstruksi dan positive peace, kita harus terus mendorong untuk meningkatkan daya tawar kita di garis depan dan pasti kita akan menjadi negara yang diperhitungkan, apalagi kita dianggap wajah paling moderat negara muslim,” pungkasnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya