Berita

Peserta Didik Menikmati MBG. (Foto: Antara)

Politik

Program Hebat MBG Perlu Evaluasi Serius

SENIN, 22 SEPTEMBER 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis  (MBG) yang digagas pemerintah terus-terusan terulang. Persoalan ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan DPR RI.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai peristiwa berulang ini harus segera dievaluasi. Menurutnya, perlu ada keseriusan pemerintah bersama lembaga terkait agar program strategis ini berjalan sesuai harapan.

“Pentingnya ada evaluasi yang saya kira memang harus duduk bersama antara berbagai pihak terutama kawan-kawan yang ada di Badan Gizi Nasional dan yang ada di DPR. Tujuannya adalah mencari solusi, mencari titik temu supaya tidak terjadi persoalan semacam ini lagi,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, sperti dikutip redaksi di Jakarta, Senin, 22 September 2025. 


Ia menambahkan, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah menggandeng pihak kantin sekolah agar menu makanan yang disiapkan selalu segar.

Selain itu, muncul pula usulan alternatif dari anggota DPR agar dana program langsung diberikan kepada orang tua. Dengan begitu, keluarga bisa menyiapkan sendiri makanan sesuai anggaran yang telah ditetapkan, sehingga risiko keracunan dapat dihindari.

Meski begitu, semua pihak sepakat bahwa program makanan bergizi gratis merupakan kebijakan yang hebat. Program ini telah mengalokasikan anggaran besar dengan tujuan memberikan asupan gizi melimpah bagi para pelajar.

“Ini yang saya kira kita doakan, program yang cukup hebat dari pemerintah yang menggunakan anggaran dana luar biasa. Pada level teknis dan implementasi sesuai harapan kita semua. Sehingga siswa yang menerima makanan ini juga mendapat asupan gizi kecukupan untuk mendukung nalar dan intelektual mereka,” tambahnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya